Usai Cuti, Emil Kembali Tugas sebagai Bupati Trenggalek

KEMBALI TUGAS SEBAGAI BUPATI: Usai cuti kampanye, Bupati Emil Dardak memimpin apel ASN sekaligus halal bi halal dengan seluruh jajarannya, Senin (25/6) siang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KEMBALI TUGAS SEBAGAI BUPATI: Usai cuti kampanye, Bupati Emil Dardak memimpin apel ASN sekaligus halal bi halal dengan seluruh jajarannya, Senin (25/6) siang. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

TRENGGALEK, Barometerjatim.com – Usai cuti kampanye di Pilgub Jatim 2018, Emil Elestianto Dardak kembali bertugas sebagai bupati Trenggalek, Senin (25/6). Apel ASN sekaligus halal bi halal dengan seluruh jajarannya, mengawali kegiatan suami Arumi Bachsin tersebut.

Setelahnya, Emil menggelar rapat pimpinan dengan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dilanjut evaluasi serapan anggaran. Evalusi ini menjadi topik pembahasan penting dalam rapat pimpinan di sisa enam bulan di tahun anggaran 2018.

Selain itu, pengisian organisasi juga menjadi salah satu fokus utama Emil. Ini karena ada kekosangan jabatan di beberapa OPD lantaran pejabatnya memasuki purnatugas.

• Baca: Wow! Bloomberg dan Harvard University Akui Prestasi Emil

Ditemui wartawan usai apel ASN, doktor termuda se-Asia Pasifik itu menuturkan, “Tadi saya sampaikan saat apel ASN, inilah momen paling penting setelah kita menjalani libur panjang lebaran. Hari ini pertama kali kita bertemu kembali.”

Ditambahkan, hal penting lainnya saat ini tepat memasuki pertengahan tahun anggaran. “Maka saya tekankan, bagaimana kita menyiapkan diri untuk menyukseskan semua agenda pembangunan di sisa waktu yang ada,” tambahnya.

Setelah apel ASN, lanjut Emil, pihaknya akan menggelar rapat pimpinan untuk menentukan action plan dan langkah jangka pendek yang harus dilakukan.

• Baca: Ketupatan di Trenggalek, Emil Didoakan Warganya Jadi Wagub

“Yang paling penting tentunya kita perlu membahas evaluasi serapan anggaran maupun evaluasi progres pembangunan fisik. Kita harus juga menginventarisasi beberapa program yang terkait dengan pemerintah pusat dengan provinsi,” paparnya.

Menurut Emil, inilah yang harus segera dilakukan, utamanya yang membutuhkan koordinasi dengan lintas hirarki dan lembaga. “Begitu pula masalah organisasi, masalah pengisian jabatan, juga harus segera kita tangani,” tandas co-President UCLG Aspac tersebut.