TETO Minta Gus Hans Dukung Perdamaian di Laut Natuna Utara

BANTUAN TETO: Benson Lin menyerahkan bantuan masker dan oxygen concentrator kepada Gus Hans. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BANTUAN TETO: Benson Lin menyerahkan bantuan masker dan oxygen concentrator kepada Gus Hans. | Foto: Barometerjatim.com/IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Director General Taipei Economy and Trade Office (TETO) Surabaya, Benson Lin meminta Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU), Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans untuk mendukung perdamaian di Laut Natuna Utara.

“Karena kalau situasi ini tidak menentu, akhirnya jalur perdagangan akan terganggu dan perdamaian di negara-negara sekitar itu juga akan terganggu,” katanya.

Permintaan tersebut disampaikan Benson usai memberikan bantuan kepada Gus Hans, berupa masker standar medis KN95 sebanyak 2.000 pcs dan dua unit oxygen concentrator atau mesin pembuat oksigen di kantor TETO Jalan Indragiri Surabaya, Kamis (16/9/2021).

Menanggapi permintaan Benson, Gus Hans menuturkan, Laut Natuna Utara menjadi rebutan banyak negara karena merupakan jalur tercepat dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia, dan merupakan tempat bagi beberapa jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Total perdagangan tahunan yang lalu lalang melalui laut ini, diperkirakan bernilai lebih dari 4 triliun dolar Australia. Selain itu kandungan alam yang bernilai ribuan triliun ada di dalam wilayah tersebut. Laut ini juga menghubungkan Asia Timur dengan India, Asia Barat, Eropa, dan Afrika.

Karena itu, Gus Hans menyatakan sependapat dengan Benson bahwa Laut Natuna Utara sebaiknya menjadi zona internasional yang bisa digunakan semua pihak.

“Sehingga tidak ada salah satu negara yang mengkooptasi atau mengakuisisi wilayah tersebut, karena nanti pasti akan berdampak pada perdamaian,” kata lulusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta tersebut.

“Saya kira sikap diplomatik Indonesia juga sependapat dengan yang disampaikan Taiwan, namun tidak ada hubungan diplomatik antara Taiwan dan Indonesia kan. Tapi yang kita bicarakan adalah konteks perdamaian,” sambungnya.

Menurut Gus Hans, perdamaian sifatnya universal. Tidak memandang negara, agama, jabatan, dan itu adalah hak serta kewajiban bersama untuk menjaga perdamaian.

Bukan Komoditas Politik

Selain itu, Gus Hans berharap masyarakat dan pemerintah juga memberikan atensi terkait penyelesaian sengketa di Laut Natuna Utara, karena ini menyangkut kedaulatan, apalagi Natuna masih diakui China.

“Saya mendukung pemerintah pusat meneruskan langkah mengubah nama Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia punya sikap yang tegas,” kata Gus Hans.

“Dengan penamaan sebagai Laut China Selatan seakan ini sebagai pembenaran atas klaim pihak China. Saya berharap pemerintah segera mengubah semua peta atau atlas yang beredar di Indonesia, terutama dalam kurikulum dari kata China Selatan diubah menjadi Natuna Utara,” paparnya.

Wakil Rektor Universitas Darul Ulum (Unipdu) Jombang itu juga berharap kepada semua pihak agar tak melebarkan masalah Laut Natuna Utara ke isu-isu SARA, etnis, dan golongan tertentu. “Dan tidak dijadikan komoditas politik ketika ada hajat politik di Indonesia,” ucapnya.

Sementara terkait pemberian masker standar medis KN95 dan oxygen concentrator dari TETO, Gus Hans akan menyalurkannya ke rumah sakit jaringan NU.

» Baca Berita Terkait Gus Hans