Tanam Matoa, Khofifah Kirim Pesan Persaudaraan ke Papua

POHON PERSAUDARAAN: Khofifah menanam pohon matoa di kompleks Masjid Al Akbar Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH
POHON PERSAUDARAAN: Khofifah tanam pohon matoa di kompleks Masjid Al Akbar Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa tak henti melakukan berbagai upaya untuk mempererat dan memperkuat kembali hubungan persaudaraan antara Jatim dengan Papua.

Diawali permintaan maaf ke warga Papua atas insiden yang terjadi di Surabaya dan Malang. Lalu cangkrukan bareng Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) di Rumah Dinas Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.

Kemudian menjamu Staf Khusus Presiden untuk Papua yang juga Ketua Masyarakat Adat Tanah Papua, Lenis Kogoya di Gedung Negara Grahadi. Disusul menjamu sejumlah pendeta asal Jayapura, Manokwari, Sorong, dan Pegunungan Arfak di Grahadi.

Tak cukup dengan diplomasi darat, Khofifah juga mengirimkan salam “Papeda” (Papua Penuh Damai) lewat akun Instagram miliknya, @khofifah.ip dilengkapi video yang memperlihatkan seorang mama Papua membawa bendera merah putih pro NKRI.

Setelahnya, Khofifah mengirimkan bantuan logistik ke Papua melalui Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso-990. Dan Minggu (1/9/2019) pagi, Khofifah melakukan penanaman pohon matoa khas Papua di halaman Edu Park, kompleks Masjid Al Akbar Surabaya.

Penanaman pohon matoa dilakukan sebelum Khofifah melepas peserta Jalan Sehat Bershalawat memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1441 H yang juga rangkaian Peringatan Hari Besar Islam Pemprov Jatim.

Tumbuh Subur di Jatim

Khofifah menuturkan, penanaman pohon ini memiliki pesan simbolis, bahwa Jatim dan Papua adalah bersaudara dalam satu bingkai NKRI. Hal ini dibuktikan dengan tumbuh suburnya buah matoa di Jatim seperti di Jombang, Kediri, dan Surabaya.

“Pesan kita adalah persaudaraan, bahwa apa yang tumbuh di Papua kita juga mencoba menanam di sini seperti matoa, dan ternyata tumbuh subur berbuah lebat. Mudah-mudahan persaudaraan kita juga tumbuh subur dan baik,” katanya.

Perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu mengaku terinspirasi saat melihat pohon khas Papua itu berbuah lebat di Kediri.

Kemudian diambilnya buah tersebut, lalu menghubungi pihak Masjid Al Akbar agar ikut mencari bibit untuk ditanam sekaligus mencari buah matoa di Surabaya.

“Hari ini kita juga berbagi buah matoa, karena belum semua mengetahui seperti apa pohon, bentuk buah, serta rasanya,” ujar Khofifah.

» Baca Berita Terkait Gejolak Papua, Khofifah