Tak Lagi Mensos, Khofifah: Hatiku di Jawa Timur

PERGANTIAN MENSOS: Khofifah Indar Parawansa memberi ucapan selamat kepada Indrus Marham yang menggantikannya sebagai Mensos. | Foto: Ist
PERGANTIAN MENSOS: Khofifah Indar Parawansa memberi ucapan selamat kepada Indrus Marham yang menggantikannya sebagai Mensos. | Foto: Ist

JAKARTA, Barometerjatim.com – Khofifah Indar Parawansa mengakhiri pengabdiannya selama tiga tahun lebih sebagai Menteri Sosial (Mensos) dengan beragam prestasi gemilang. Satu keberhasilan paling monumental yakni Program Keluarga Harapan (PKH) yang terbukti efektif mengentas kemiskinan dan kesenjangan.

Rabu (17/1) hari ini, di Istana Negara Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham sebagai Mensos menggantikan Khofifah yang memutuskan maju di Pilgub Jatim 2018.

Selain Idrus, presiden juga melantik mantan Panglima TNI Jenderal (Pur) Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki. Sedangkan Jenderal TNI (Pur) Agum Gumelar dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), serta Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Sebelumna Yuyu menjabat Wakil KSAU.

• Baca: 43 Cabang Muslimat NU se-Jatim Ikrar Menangkan Khofifah

Setelah tak lagi menjabat Mensos, Khofifah mengaku akan fokus ‘bertarung’ di Pilgub Jatim 2018. “Hatiku di Jawa Timur,  tapi masih harus di Jakarta (karena) besok sertijab (serah terima jabatan),” ucapnya kepada wartawan di Istana Kepresidenan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan pesan khusus pada Idrus karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di Kementerian Sosial (Kemensos). Di antaranya Idrus perlu membangun sistem, tidak hanya bangun inovasi program.

“Saya dari awal selalu sampaikan kita itu bangun sistem. Jadi kalau sistem kan ada sub sistem-sistemnya, ada SDM-nya, infrastrukturnya. Semua harus dibangun jadi satu kesatuan, sehingga komandan program itu sudah harus advance,” jelasnya.

• Baca: Mantan Kepala BIN: Khofifah Tak Boleh Kalah Lagi

Idrus, lanjut Khofifah, juga punya tugas penting mengelola PKH dan bantuan pangan. Pada 25 Januari 2018 bantuan pangan harus sudah sampai ke keluarga penerima manfaat (KPM) sedangkan 1 Februari 2018 PHK harus dicairkan.

Khofifah meyakini tugas-tugas besar itu bisa diselesaikan Idrus yang dinilainya berpengalaman dalam menghadapi masalah sosial. “Itu bukan barang yang baru bagi Pak Idrus, dia pengalaman ke masyarakat luas,” tandas Khofifah.

Agar tugas-tugas Idrus berjalan lancar, Khofifah meminta Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos untuk segera menyiapkan pemetaan dan kajian guna langkah Mensos baru. Dengan demikian, Idrus tidak akan mengalami kesulitan untuk memulai tugasnya di Kemensos.

“Supaya dia (Idrus) mau mulai start dimana, percepat dimana. Mereka (Sekjen Kemensos) saya minta persiapkan itu sehingga Mensos baru bisa lakukan percepatan,” tegasnya.

Kementerian Strategis

Sementara itu Presiden Jokowi menegaskan pergantian ini dilakukan agar Khofifah lebih fokus bertarung di Pilgub Jatim 2018. “Kita tahu Ibu Khofifah mencalonkan diri menjadi gubernur Jawa Timur. Jadi biarkan (Khofifah) berkonsentrasi di Jawa Timur,” ucap presiden.

Posisi Mensos, tandas Jokowi, terbilang strategis dalam pemerintahannya karena harus memimpin kementerian yang mempunyai banyak program unggulan seperti PKH dan Rastra.

• Baca: Pakde Karwo: Madura-Tapal Kuda Kian ‘Ramah’ buat Khofifah

“Kemensos harus ada yang menangangi total, karena pekerjaannya banyak sekali. Baik berupa Rastra (rencana strategis) urusan PKH dan urusan sosial lainnya yang sangat banya. Karenanya (Khofifah) harus cepat-cepat digantikan,” jelasnya.

Sedangkan alasan Jokowi memilih Idrus karena merasa cocok. “Pertimbangan, ya karena cocok saja. Cocok di situ Pak Idrus,” tukasnya.