Pakde Karwo: Madura-Tapal Kuda Kian ‘Ramah’ buat Khofifah

DUKUNGAN MASYARAKAT MADURA: Pakde Karwo dan Khofifah, wilayah Madura dan Tapal Kuda bisa menjadi pendulang suara Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
DUKUNGAN MASYARAKAT MADURA: Pakde Karwo dan Khofifah, wilayah Madura dan Tapal Kuda bisa menjadi pendulang suara Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018. | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Dua kali Pilgub Jatim (2008 dan 2013) wilayah Madura ‘tak ramah’ buat Khofifah Indar Parawansa. Begitu pula dengan sebagian Tapal Kuda. Namun di Pilgub Jatim 2018 ceritanya bakal berubah. Kedua wilayah tersebut bisa berbalik diandalkan sebagai pendulang suara buat pasangan Khofifah-Emil Dardak.

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo (Pakde Karwo), kondisi Madura yang kian ramah buat Khofifah-Emil tersebut karena kesadaran masyarakat di Pulau Garam semakin bagus, sehingga tinggal menyamakan frekuensi.

“Madura dan Tapal Kuda sudah bagus. Kesadaran politik sudah tinggi. Sehingga tinggal perlu leader yang bisa membawa voters,” tutur Pakde Karwo yang juga gubernur Jatim usai upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (12/1).

• Baca: Ribuan Kiai se-Madura Dukung Khofifah Tanpa Syarat

Sementara untuk langkah pemenangan, Pakde Karwo mengarahkan agar Khofifah dan Emil semain intens turun ke bawah menyapa masyarakat. Cara ini penting untuk mengikat hati para pemilih yang selama ini memang cukup rajin disapa Khofifah.

“Sisa waktu lima bulan harus dimanfaatkan dengan baik. Sekali lagi, meet the people (bertemu langsung dengan masyarakat) ini penting,” tuturnya.

Agar hasilnya lebih maksimal, Soekarwo juga menyarankan Khofifah-Emil tak berjalan satu arah dan sepanggung. Dengan memisahkan diri dalam penyapaan, maka intensitas serta jangkauan wilayah akan lebih luas. “Apalagi chemistry keduanya sudah terbangun sangat bagus,” katanya.

• Baca: Amanat Gus Dur: Bantulah Khofifah, Dia Srikandinya NU

Hal ini, kata Pakde Karwo, sudah dikonsolidasikan dengan seluruh Parpol pengusung Khofifah-Emil. Lebih dari itu, pihaknya akan melakukan survei atas isu dan persoalan yang terjadi di masing-masing wilayah untuk selanjutnya disampaikan kepada pasangan yang diusung koalisi Demokrat, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, PAN dan PKPI itu.

“Ilmu politik doksilogis (doktrin hasil dari sosiologis) yang harus dilakukan menjadi doktrin,” tandas Pakde Karwo berteori.