Tak Ada Lockdown di Malang, Stok Bahan Pokok Jatim Aman

TAK ADA LOCKDOWN: Khofifah, tak ada lockdown di Malang dan stok bahan pokok aman. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
TAK ADA LOCKDOWN: Khofifah, tak ada lockdown di Malang dan stok bahan pokok aman. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memastikan tak ada lockdown di Kota Malang terkait pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Oh ndak, ndak! Lockdown ndak, ndak! Malang ndak. Aku uda mengkonfirmasi sendiri, tidak benar ada lockdown di Malang,” katanya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (16/3/2020).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa pemerintah daerah (Pemda) tidak boleh memutuskan lockdown daerahnya. Keputusan lockdown, tandas Jokowi, ada di tangan pemerintah pusat, bukan Pemda.

Wali Kota Malang, Sutiaji pun meluruskan pernyataan sebelumnya. Menurutnya, tidak ada kebijakan penutupan akses ke luar dan masuk Kota Malang.

“Sesuai otoritas yang diberikan kepada kami, tidak ada istilahnya menutup akses di pintu keluar masuk orang. Batas kota dan kabupaten kita tutup? Tidak!” tegasnya.

Kewenangan Pemda, katanya, hanya melakukan pemantauan sekaligus meminimalisir pergerakan warga untuk mencegah penyebaran Covid-19, bukan menutup akses.

“Yang ada adalah membatasi dan menunda serta menjadwalkan kembali bagi tamu yang akan berkunjung ke Pemkot Malang, bukan menutup akses ke luar masuk kota ini,” jelasnya.

Selain itu, Sutiaji melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Malang yang akan ke luar kota untuk dinas. Kebijakan itu diberlakukan selama kurun waktu 14 hari sejak 16 Maret 2020.

“Langkah ini juga bagian dari merespons kebijakan pusat, dan perlu saya garisbawahi kembali, tidak ada kebijakan lockdown untuk kota Malang,” tegasnya.

Jangan Panic Buying

Di sisi lain, Khofifah memastikan kondisi persediaan bahan pokok di Jatim dalam posisi aman hingga beberapa bulan ke depan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu melakukan panik belanja atau berbelanja dalam jumlah besar.

Buffer stock kita dalam kondisi yang sangat aman. Jadi saya minta masyarakat tidak melakukan panic buying dan melakukan aksi borong bahan pokok,” tandasnya.

Khofifah menjelaskan, untuk stok beras Jatim masih akan surplus hingga Juni mendatang. Total surplus beras di Jatim secara kumulatif hingga Juni mencapai 2,3 juta ton.

Sedangkan untuk gula, stoknya aman hingga dua bulan ke depan. Saat ini stok gula di Jatim mencapai 71 ribu ton, dengan rata-rata konsumsi 37 ribu ton per bulan.

Lalu daging sapi, stok di Jatim hingga Juni persediannya mencapai 41.074 ton. Dengan perkiraan kebutuhan 38.406 ton, maka hingga Juni Jatim masih akan surplus 2.668 ton.

Begitu pula untuk jagung, hingga Juni mendatang di Jatim masih akan ada surplus mencapai 2,2 juta ton.

Berikutnya bawang merah, bahkan stoknya aman hingga Desember mendatang dengan surplus mencapai 335.000 ton. Kemudian cabai merah hingga akhir tahun stoknya aman dan surplus mencapai 33 ribu ton.

Pun dengan komoditas telur ayam ras. Dari data yang ada hingga Juni Jatim akan surplus telur ayam ras hingga 57.790 ton.

» Baca Berita Terkait Virus Corona