Survei: Gaya Debat Emil Lebih Disukai Ketimbang Puti

EMIL LEBIH DISUKAI: Gaya debat Emil Dardak ternyata lebih disukai publik ketimbang Puti Guntur. | Foto: Capture Survei SSC
EMIL LEBIH DISUKAI: Gaya debat Emil Dardak ternyata lebih disukai publik ketimbang Puti Guntur. | Grafis: Capture Survei SSC/Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gaya debat Cawagub Jatim nomor satu, Emil Elestianto Dardak yang tampil atraktif serta membela martabat warga yang dipimpinnya (Trenggalek) dalam debat publik pertama Pilgub Jatim 2018, 10 April lalu, ternyata disukai masyarakat Jatim.

Emil memang menjadi sorotan dalam debat tersebut, karena membuka ruang head to head dengan Cawagub rivalnya, Puti Guntur Soekarno yang dinilainya melontarkan ‘data asal’ terkait data gizi buruk di Desa Kayen, Kecamatan Karangan, Trenggalek.

Dan belakangan benar, ternyata balita yang dimaksud Puti memang tidak mengalami gizi buruk. Kasihan! Usai debat publik, keluarga balita tersebut malah kena “bully” gara-gara Puti salah data.

• Baca: Skak Mat Puti! Aksi Debat Emil Masih Bikin Publik Jatuh Hati

Nah, gaya debat Emil yang membela martabat warganya tersebut ternyata disukai publik. Hasil survei Surabaya Survey Center (SSC) periode 11-19 April 2018 yang dirilis di salah satu hotel di Surabaya, Jumat (27/4), menunjukkan 13,2 persen responden menyukai penampilan Emil, sedangkan Puti hanya dipilih 10,1 persen.

Sedangkan untuk penampilan secara berpasangan, Khofifah-Emil memenangi debat publik pertama dengan persentase 31,3 persen,  Gus Ipul-Puti 29,3 dan 39,4 tidak menjawab atau tidak tahu.

MILIK KHOFIFAH-EMIL: Khofifah-Emil memenangi debat publik pertama hasil survei Surabaya Survey Center. | Foto: Capture Survei SSC
MILIK KHOFIFAH-EMIL: Khofifah-Emil memenangi debat publik pertama hasil survei Surabaya Survey Center. | Grafis: Capture Survei SSC

Di sisi lain, debat publik menjadi ruang penting bagi paslon untuk menyampaikan program-programnya. Survei SSC menunjukkan bahwa publik yang menonton acara ini cukup tinggi, 60,6 persen.

Mereka menonton lewat TV (33,8 persen), Youtube (11,8 persen), portal media online (2,5 persen) dan share media sosial (12,5 persen). Sisanya, 39,4 persen, tidak menonton.

• Baca: Survei Cawagub: Emil Ungguli Puti Hampir di Semua Kategori

Meski demikian, debat publik pertama belum terlalu banyak mengubah pikiran secara signifikan. Karena itu para kandidat harus berjuang lebih keras lagi untuk bisa menunjukkan performa lebih baik lagi.

“Agar gab itu semakin lebar dan bisa meraih dukungan signifikan,” tandas Surokim, peneliti SSC.