Skak Mat Puti! Aksi Debat Emil Masih Bikin Publik Jatuh Hati

TAMPIL KEREN: Emil Dardak tampil memukau saat mementahkan setiap argumen Puti Guntur dalam debat publik, 10 April lalu. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
TAMPIL KEREN: Emil Dardak tampil memukau saat mementahkan setiap argumen Puti Guntur dalam debat publik, 10 April lalu. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

TUBAN, Barometerjatim.com – Penampilan keren Emil Elestianto Dardak saat debat publik perdana Pilgub Jatim 2018, 10 April lalu, rupanya masih membekas di benak publik. Hal itu terlihat saat Cawagub nomor 1 tersebut melakukan ziarah ke Makam Sunan Bonang di Tuban, Rabu (18/4) malam.

“Pak Emil ini yang kemarin bisa membuat lawannya mati kutu kan di debat? Wah hebat!” teriak salah seorang pedagang saat Emil melintas di pasar areal makam.

Ya, aksi Emil dalam debat perdana memang memukau. Beberapa kali dia membuat paslon nomor 2, Gus Ipul dan Puti Guntur kerepotan. Misalnya soal Bosda Madin. Emil justru melurukan paslon nomor 2 yang tidak menjawab substansi dari pertanyaan Cagub Khofifah Indar Parawansa.

“Yang ditanyakan Bu Khofifah itu lebih fokus mengatasi ketimpangan, karena saat ini Bosda masih mengandalkan dari provinsi,” katanya.

• Baca: Kasihan! Disebut Puti Alami Gizi Buruk, Keluarga Ini Kena “Bully”

Karena itu, dia sebenarnya berharap ketika Puti menjadi anggota Komisi X DPR RI bisa memperjuangkan UU Sistem Pendidikan Nasional yang seharunya sudah direvisi, agar pemerintah bisa lebih memperhatikan pendok pesantren dan madrasah.

Argumen lain dari Emil yang membuat paslon nomor 2 kian kerepotan, yakni soal pernyataan Gus Ipul yang menyebut wirausaha menjadi salah satu cara agar mendorong anak bangsa tidak keluar negeri menjadi TKI.

Padahal, menurut Emil, keluar negeri menjadi TKI tidak masalah asal Pemprov juga memaksimalkan keterampilan mereka dan dilindungi. Misalnya ada kebijakan dari Disnaker Jatim terkait Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) yang seharusnya dibangun lebih banyak lagi, karena saat ini baru ada di Surabaya dan Tulungagung.

• Baca: Kuasai Materi, Khofifah-Emil Unggul di Debat Publik Perdana

LTSA PPMI, menurut Emil, merupakan salah satu cara untuk menyatukan tujuh loket mulai BNP2TKI, imigrasi, Polda dan seterusnya sekaligus pembekalan keterampilan. Dengan demikian, target Pemprov agar 30 persen masuk ke jabatan formal bisa tercapai. Mengingat saat ini masih banyak yang tak sesuai dengan job requirement (persyaratan pekerjaan) di luar negeri.

“Saya masuk di kedutaan Korea, kalau skill bahasa Korea para TKI memungkinkan maka mereka bisa ditempatkan di tempat yang lebih menjanjikan. Jadi keluar negeri enggak apa-apa asal itu terpenuhi,” jelasnya.

Puncak perdebatan terjadi saat Emil ‘head to head’ dengan Puti. Mulai persoalan kemiskinan, Tingkat Penganguran Terbuka (TPT) hingga gizi buruk. Bahkan tanpa berbasis data, Puti langsung menyebut Trenggalek sebagai “Kabupaten Stanting”.

• Baca: Tanpa Undangan Resmi, Petugas Usir Suporter Gus Ipul-Puti

Dasarnya dia mengaku mengunjungi balita 4 tahun di Desa Kayen, Kecamatan Karangan, Trenggalek, yang disebutnya mengalami gizi buruk. Karuan saja Emil meluruskan pernyataan Puti. Apalagi setelah ditelusuri, balita yang dimaksud tidak mengalami gizi buruk. Kasihan! Usai debat publik, keluarga ini kena “bully” gara-gara Puti salah data.

Sudah begitu, keponakan Sukmawati Soekarnoputri itu juga tidak tahu persentase gizi buruk di Jawa Timur. “Mbak Puti tahu enggak berapa persentase angka gizi buruk di Jatim?” kata Emil yang membuat Puti sempat terdiam beberapa saat.

Solusi Siswi Berprestasi

ZIARAH MAKAM SUNAN BONANG: Emil Dardak bersama remaja putri pengunjung Makam Sunan Bonang di Tuban, Rabu (18/4) malam. | Foto: Ist
ZIARAH MAKAM SUNAN BONANG: Emil Dardak bersama remaja putri pengunjung Makam Sunan Bonang di Tuban, Rabu (18/4) malam. | Foto: Ist

Tak hanya dikagumi soal aksi keren di panggung debat, sejumlah pengunjung juga terlihat ‘mengerubuti’ Emil untuk minta foto bersama, termasuk rombongan siswi Madrasah Aliyah (MA) yang baru lulus.

Emil kemudian mengajak mereka bicara soal rencana pasca lulus. Ada yang ingin berkerja, namun suami Arumi Bachsin itu menasihati agar jangan berorientasi mencari uang terlebih dulu, tapi gunakan dua tahun pertama untuk membangun pengalaman.

• Baca: Skor Debat! Pengamat: Khofifah-Emil 75, Gus Ipul-Puti 60

“Bagi adik-adik yang setelah lulus ingin kerja, orientasikan cari pengalaman jangan berorientasi uang dulu ya,” katanya sambil tersenyum ramah.

Ada juga yang ingin kuliah tapi terbentur biaya, termasuk salah seorang siswi yang diterima di Universitas Udayana Bali. Emil lantas meminta nomor kontak siswi tersebut, untuk mencoba membantu mencarikan solusi karena bangga atas prestasi siswi yang bisa diterima di universitas negeri.