Surat Dicueki Risma, Cak Anam ‘Demo’ Tunggal ke Balai Kota

'DEMO' KE PEMKOT SURABAYA: Cak Anam (kiri) saat diterima pegawai Pemkot Surabaya. Berbulan-bulan surat permohonan ke Risma tak digubris. | Ilustrasi: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
‘DEMO’ KE PEMKOT SURABAYA: Cak Anam (kiri) saat diterima pegawai Pemkot Surabaya. Berbulan-bulan surat permohonan ke Risma tak digubris. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kesabaran Choirul Anam ada batasnya. Selasa (26/6), Dewan Kurator Museum Nahdlatul Ulama (NU) itu memilih melakukan ‘demo’ sendirian ke Balai Kota Surabaya.

Pemicunya, sudah berbulan-bulan surat permohonan keterangan tertulisnya kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma) perihal status wilayah administrasi antara Kecamatan Gayungan dan Kecamatan Rungkut, Surabaya, tidak dijawab.

“Ini penting sekali karena terkait proses hukum. Tetapi, sampai sekarang, permohonan itu tidak dijawab,” kata tokoh NU yang akrab disapa Cak Anam tersebut saat berada di Pemkot Surabaya.

• Baca: Cak Anam: Enggak Pakai Kalau, Risma Enggak Maju Gubernur

“Bahkan sampai masalahnya berlarut-larut di pengadilan. Ini layanan publik terparah sepanjang saya berurusan dengan proses birokrasi.”

Menurut Cak Anam, dia sekarang sedang menghadapi gugatan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas tanah Graha Astra Nawa yang berada di Jalan Gayungsari Timur 33, Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan,  Surabaya. Padahal, tanah yang hendak direbut PKB ini diperolehnya jauh sebelum PKB lahir.

Selain itu, dasar yang dipakai PKB untuk merebut tanah tersebut adalah surat persetujuan (SP) yang dikeluarkan Wali Kota Surabaya terdahulu, Soenarto selaku ketua YPK. Padahal, surat bernomor 024/VII/YKP/SP/2000 itu menunjuk lokasi di Menanggal, Kecamatan Rungkut.

• Baca: Cak Anam: PKB-Ipul Cuma Manfaatkan Kiai di Pilgub Jatim

“Logika hukum mana bisa menarima. Kecamatan Rungkut dengan Kecamatan Gayungan, itu jelas berbeda. Tetapi, ironisnya, ini dibenarkan hakim. Saya hanya ingin minta penjelasan wali kota secara tertulis, apa benar Kecamatan Rungkut itu sama dengan Kecamatan Gayungan?” katanya.

“Apa benar kedua wilayah ini pernah menjadi satu wilayah administrasi pemerintahan? Surat sudah saya buat, juga dibuat oleh seorang warga, tetapi tidak pernah digubris. Padahal, ini penting sekali sebagai bukti hukum.”

Sedianya Cak Anam diantar ratusan warga mendatangi Pemkot Surabaya. Tetapi, mantan ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini ingin mnenghadap sendiri ke Risma. Akhirnya dukungan warga itu diberikan melalui surat resmi, bentuknya permohonan penjelasan tertulis kepada Risma tertanggal 22 Juni 2018.

• Baca: Ada Desain ‘Politik Merah’ PDIP di Balik Kata “Bangsat” Arteria

“Warga sangat mendukung upaya Cak Anam. Bahkan sebagian dari mereka minta ikut ‘demo’ ke Pemkot. Tetapi, beliau tidak berkenan, ingin berangkat sendiri,” kata Achmad Fadloli, salah seorang warga.

“Maka, surat warga dan juga jajaran pengurus Takmir Masjid Ababil yang berada di dalam kompleks Graha Astranawa, ini kita serahkan kepada beliau,” tambahnya.