Sinyal Kiai Ma’ruf, Khofifah Disiapkan untuk Pilpres 2024?

SINYAL KHOFIFAH CAPRES: KH Ma'ruf Amin bersilaturahim ke Pondok Pesanren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto asuhan KH Asep Saifuddin Chalim, Rabu (29/9). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
MENUJU 2024: KH Ma’ruf Amin bersilaturahim ke Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto asuhan KH Asep Saifuddin Chalim, Rabu (29/9). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

MOJOKERTO, Barometerjatim.com – Bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres) KH Ma’ruf Amin mulai membuka tabir spekulasi, kalau Khofifah Indar Parawansa tengah disiapkan untuk maju di Pilpres 2024. Apalagi di tahun itu, tepat lima tahun Khofifah memimpin Jatim bersama Emil Elestianto Dardak.

Tersirat, Khofifah disiapkan untuk menjaga perpaduan presiden-wakil presiden dari kalangan religius-nasionalis. Terlebih perpaduan itu sudah terbangun sejak KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden ke-4 RI.

“Kalau sekarang, saya sebagai gambaran, cerminan nasionalis dan Islam (religius),” kata Kiai Ma’ruf saat silaturahim ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto asuhan KH Asep Saifuddin Chalim, Rabu (29/9).

• Baca: Erick Thohir Bisa ‘Ganggu’ Sumber Logistik Prabowo-Sandi

Saat Gus Dur menjadi presiden, tambah Kiai Ma’ruf, wakilnya Megawati Soekarnoputri (religius-nasionalis). Giliran Megawati menjadi presiden, wakilnya Hamzah Haz (nasionalis-religius).

“Andaikata jadi (Jokowi-Kiai Ma’ruf memenangi Pilpres 2019), ini melambangkan Pak Jokowi nasionalis, saya Islam (nasionalis-religius). Besok, diharapkan, ada presiden yang Islam dan nasionalis wakilnya. Siapa tahu yang akan jadi presiden ke depan Ibu Khofifah,” paparnya yang disambut aplaus hadirin.

Soal kapasitas, menurut Kiai Ma’ruf, perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu tidak perlu diragukan. “Pengalamannya cukup, kemampuannya ada. Pokoknya kalau syarat sudah cukup, nasabnya cukup, tinggal nasibnya saja,” katanya sambil tersenyum.

• Baca: Gus Hans: Mas Emil Berseiring dengan Bu Khofifah di Pilpres

Selain itu, perjalanan Khofifah juga hampir sama dengan Jokowi, dari gubernur kemudian menjadi presiden. “Saya kira tidak terlalu jauh kalau gubernur jadi presiden. Itu Pak Jokowi dulu gubernur jadi presiden. Mudah-mudahan,” tambah rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Kiai Ma’ruf silaturahim ke Ponpes Amanatul Ummah ditemani istrinya, Nyai Hj Wury Estu Handayani yang juga pengurus PP Muslimat NU. Turut mendampingi, selain Khofifah, juga putri pendiri NU KH Wahab Chasbullah, Ny Hj Machfudhoh.

» Baca Berita Terkait KH Ma’ruf Amin, Khofifah, Jokowi, Muslimat NU