Siapa Sangka! Wasit Olimpiade Tokyo Ini Guru SDN di Surabaya

SIAPA SANGKA: Qomarul Lailah saat menjadi wasit pertandingan bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020. | Foto: Antara
SIAPA SANGKA: Qomarul Lailah saat menjadi wasit pertandingan bulu tangkis di Olimpiade Tokyo 2020. | Foto: Antara/Humas Pemkot

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ya, siapa sangka. Qomarul Lailah, guru mata pelajaran Bahasa Inggris SD Negeri Sawunggaling 1 Surabaya, terpilih menjadi wasit perempuan dari Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, M Aries Hilmi mengaku bangga atas terpilihnya guru yang akrab disapa Lia itu menjadi wasit di ajang seakbar olimpiade.

Baginya, dengan pengalaman yang diraih Lia dapat menumbuhkan semangat baru baik bagi guru maupun pelajar yang ada di Kota Pahlawan.

“Jadi memang luar biasa ada guru kita yang menjadi wasit di event internasional. Semangat inilah yang kita harapkan dan mampu mewarnai guru-guru yang ada di Kota Pahlawan,” katanya, Senin (9/8/2021).

Aries menjelaskan, sebenarnya Lia sudah beberapa kali menjadi wasit internasional. Karirnya dalam dunia perwasitan dimulai sejak 2000 saat masih menjadi guru tenaga kontrak di salah satu SD di Surabaya.

Seiring berjalannya waktu dengan berbagai prosesnya, Lia berhasil memimpin jalannya berbagai pertandingan bulu tangkis di kancah internasional.

“Tentunya ini menjadi kebanggaan buat kami semua. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin apabila kita bersungguh-sungguh dan mengembangkan apapun yang kita miliki,” katanya.

Aries berharap, Lia dapat membagikan pengalaman atas pencapaiannya dengan mengimplementasikan di tempat dirinya mengajar. Hal ini penting dilakukan, agar semangatnya dapat menular kepada para pelajar di Surabaya.

“Yang paling penting apapun kita kembangkan dan bersungguh-sungguh, karena ini bisa menjadi percontohan bagi para pelajar khususnya di SDN Sawunggaling 1,” ucapnya.

Sementara itu Lia menuturkan, keberhasilannya hingga menjadi wasit di level internasional tak lepas dari disiplin, percaya diri, dan pantang menyerah. Hal itu pula yang selalu diajarkan kepada anak didiknya di SD Negeri Sawunggaling 1 Surabaya.

“Ternyata itu betul-betul terjadi. Ketika kita menerapkan tiga hal itu akan memudahkan mencapai banyak hal. Makanya saya ajarkan kepada anak didik saya sedini mungkin,” katanya.

» Baca Berita Terkait Pemkot Surabaya