Sekjen KKP: Prospek Perikanan di Lamongan Sangat Cerah!

NELAYAN LAMONGAN: Mayoritas warga Pantura Lamongan bekerja sebagai nelayan. Prospek pembangunan perikanan dan kelautan sangat cerah | Foto: IST
NELAYAN LAMONGAN: Mayoritas warga Pantura Lamongan bekerja sebagai nelayan. Sumber daya ikan di wilayah ini memiliki keragaman hayati tinggi. | Foto: IST

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) KKP, Nilanto Perbowo menyebut Kabupaten Lamongan memiliki prospek pembangunan perikanan dan kelautan yang sangat cerah, serta menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang strategis.

“Sumber daya ikan yang hidup di wilayah perairan Kabupaten Lamongan memiliki tingkat keragaman hayati (bio diversity) yang tinggi,” katanya usai menyerahkan Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) dan ProgramBantuan Permodalan Usaha bagi masyarakat nelayan di Lamongan, Kamis (13/12).

Program bantuan tersebut diserahkan Nilanto kepada perwakilan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Kranji, Kecamatan Paciran.

• Baca: Gali Kemaritiman, Ansor Brondong Teladani Kiai Baqir Adelan

Nilanto menambahkan, di wilayah perairan laut Lamongan terdapat beberapa jenis ikan bernilai ekonomi tinggi, yaitu 47 persen di antaranya adalah sumber daya ikan pelagis kecil dominan berupa ikan layang, kembung dan ikan tembang.

Lalu 5,7 persennya adalah sumber daya pelagis besar termasuk di dalamnya adalah tuna, tongkol, cakalang, marlin, tenggiri dan jenis perikanan pelagis besar lainnya yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi.

Selanjutnya, 41,7 persen merupakan jenis sumber daya ikan demersal di antaranya ikan layur, peperek, kakap merah dan kakap putih. Selebihnya adalah sumber daya ikan karang dan jenis udang-udangan.

• Baca: Mahasiswa Minta Kejelasan 8 Kasus Korupsi di Lamongan

Pada 2016, Kabupaten Lamongan bahkan mampu memberikan kontribusi hingga 18,74 persen dari total produksi perikanan laut di Jatim atau merupakan penghasil ikan terbesar di Jatim , yaitu sekitar 73.142 ton senilai kurang lebih Rp 719 miliar.

Perikanan laut yang didukung 19.030 nelayan dan 3.344 armada kapal penangkap ikan, mampu menghasilkan produksi ikan terbesar nomor satu di Jatim, disusul Kabupaten Banyuwangi dan Sumenep, Madura.

“Padahal pada tahun tersebut jumlah nelayan di Lamongan hanya 8,74 persen dari jumlah nelayan, 5,81 persen dari jumlah armada, 2,74 persen dari jumlah unit penangkapan ikan yang ada di Jatim,” tandas Nilanto,

Kesejahteraan Nelayan

PROSPEK CERAH: Nilanto Perbowo, Wilayah Pantura Lamongan memiliki prospek cerah dalam pembangunann perikanan dan kelautan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
PROSPEK CERAH: Nilanto Perbowo, Wilayah Pantura Lamongan memiliki prospek cerah dalam pembangunann perikanan dan kelautan. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

Sementara itu Sekretaris HimpunanNelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Muhlisin menuturkan, program bantuan terhadap para nelayan dan usaha perikanan masyarakat pesisir di Lamongan sangat diharapkan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan.

• Baca: Khofifah Gagas Pabrik Pengolahan Ikan di Sendang Biru

Menurut Muhlisin, di wilayah Pantura Lamongan mayoritas pekerjaan warga sebagai nelayan. Begitu juga dengan unit usahanya mencapai ratusan industri rumahan seperti pengolahan ikan asap, pembuatan terasi, dan banyak lagi usaha lainnya..

“Bentuk perhatian seperti inilah yang dibutuhkan para nelayan sehingga ke depannya program bantuan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” ungkapnya.•

» Baca Berita Terkait Lamongan, Nelayan