Selasa, 29 November 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Sebatas Sinyal pun Demokrat Tak Dukung Gus Ipul

Berita Terkait

POTENSI PECAH KONGSI: Soekarwo (kiri) dan Saifullah Yusuf, tak lagi saling mendukung di Pilgub Jatim 2018? | Foto: Barometerjatim.com/DOK
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Hampir 10 tahun Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendampingi Gubernur Soekarwo memimpin Jawa Timur. Namun ketika Gus Ipul memutuskan maju di Pilgub Jatim 2018, Soekarwo sama sekali tak memberi garansi kalau Partai Demokrat akan memberikan dukungannya.

Alih-alih Demokrat mengusung Gus Ipul, sebatas sinyal dukungan saja tidak ada. “Nggak ada sinyal itu,” kata Soekarwo saat ditanya wartawan di gedung DPRD Jatim, apakah Demokrat akan memberi dukungan untuk Gus Ipul, Senin (4/9).

Soekarwo yang juga ketua DPD Partai Demokrat Jatim, tak memberi garansi karena semua keputusan soal bakal Cagub ada di Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat. ”Semua di DPP, majelis tinggi yang ambil keputusan,” tandasnya.

• Baca: Gus Ipul: Saya Tak Ada Masalah dengan Pakde Karwo

Bukankah Gus Ipul ikut mendaftar lewat penjaringan di Demokrat? “Kewenangan pendaftaran memang di provinsi, tapi kewenangan keputusan ada di DPP. Sementara dari kita (DPD) pendaftaran sudah tutup, tapi kalau DPP membuka pendaftaran itu kewenangannya,” jelasnya.

Dalam penjaringan bakal Cagub yang dilakukan Demokrat, ada lima kandidat yang mendaftar dan mengembalikan formulir, yakni Gus Ipul, Nurhayati Assegaf (DPR RI asal FPD), Kombes Pol Syafiin, Nurwiyatno (Kepala Inspektorat Jatim) dan La Nyalla Matalitti (Ketua Kadin Jatim).

• Baca: Pengamat: Demokrat Tak Akan Usung Gus Ipul

Terkait sinyal Demokrat tak akan mengusung Gus Ipul beberapa hari lalu sudah ‘dibaca’ pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Mochtar W Oetomo. Menurutnya, Demokrat akan mengusung calon sendiri, bukan Gus Ipul.

“Besar kemungkinannya (tak mengusung Gus Ipul), apalagi jika Khofifah juga maju. Selain itu, di tengah rivalitas Gus Ipul dan Khofifah ada peluang besar bagi Demokrat dan PAN untuk ‘mencuri’ kemenangan,” ujarnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -