Jumat, 02 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Pengamat: Demokrat Tak Akan Usung Gus Ipul

Berita Terkait

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Mochtar W Oetomo, meragukan Partai Demokrat mengusung Saifullah Yusuf di Pilgub Jatim. Meskipun, selama dua periode mendampingi Gubernur Soekarwo. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MENAKAR DEMOKRAT-GUS IPUL: Mochtar W Oetomo, meragukan Demokrat akan mengusung Saifullah Yusuf di Pilgub Jatim, meskipun selama dua periode mendampingi Gubernur Soekarwo. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Upaya Wakil Gubernur Jaim, Saifullah Yusuf untuk mendapatkan rekomendasi Pilgub dari semua partai di Jatim terus dilakukan. Buktinya, semua partai yang membuka pendaftaran penjaringan selalu diikutinya. Meskipun, rekomendasi menjadi hak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

Mulai dari penjaringan PDIP, Demokrat, Golkar hingga yang terbaru PPP. Mahar Rp 100 juta hingga yang Rp 35 juta seakan tidak menjadi penghalang. Bahkan, pria yang akrab disapa Gus Ipul ini selalu menjadi yang pertama dalam hal mengambil formulir pendaftaran.

Di penjaringan Partai Demokrat, Gus Ipul juga mendapat keistimewaaan tambahan waktu untuk menyelesaikan syarat yang belum tuntas. Namun apakah privilege ini menjadi jaminan rekom partai Demokrat turun ke Gus Ipul? Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Mochtar W Oetomo memiliki penilaian berbeda.

Menurutnya, Demokrat akan mengusung calon sendiri, bukan Gus Ipul. “Besar kemungkinannya (tak mengusung Gus Ipul), apalagi jika Khofifah juga maju. Selain itu, di tengah rivalitas Gus Ipul dan Khofifah ada peluang besar bagi Demokrat dan PAN untuk ‘mencuri’ kemenangan,” ujarnya.

• Baca: Khofifah Temui Jokowi, Parpol Rajut Arah Koalisi

Dua kali Pilgub Jatim koalisi Demokrat dan PAN selalu menang. Tambah Mochtar, tentu gerbong ini tidak mau begitu saja kehilangan keuntungan sebagai partai pemenang di Jatim dalam mengusung pasangan calon.

“Demokrat dan PAN pun mungkin juga akan mengusung calon sendiri (berkoalisi), seperti pilgub sebelumnya,” ujar pengamat yang juga direktur Surabaya Survey Center (SSC) itu.

Keduanya dianggap Mochtar cukup cerdik mengambil bola di antara suara kader Nahdlatul Ulama (NU) yang terpecah. Apalagi Pilgub kali ini memiliki potensi terpecahnya suara NU di Jatim. Karena dua tokoh NU diprediksi akan berhadapan.

Bagaimana dengan pertemuan Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono, apa tidak membuka peluang Gerindra dan Demokrat bergabung? Itu memungkinkan. “Bisa saja, jika dibangun koalisi yag mutualis antara Gerindra dan Demokrat,” tegasnya.

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -