Demi Selamatkan Gus Dur, Khofifah Sibuk Bagikan Sedekah

'PUNAKAWAN' GUS DUR: Khofifah Indar Parawansa dan Mahfud MD menghadiri Haul ke-8 Gus Dur di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (28/12). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP
‘PUNAKAWAN’ GUS DUR: Khofifah Indar Parawansa dan Mahfud MD menghadiri Haul ke-8 Gus Dur di Ponpes Tebuireng Jombang, Kamis (28/12). | Foto: Barometerjatim.com/MARIJAN AP

JOMBANG, Barometerjatim.com – Ini kisah lain dari KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Di saat Gus Dur ‘ketawa-ketawa’ saja jelang dilengserkan kekuatan politik dari kursi presiden ke-4 RI kala itu, para ‘punakawannya’ justru yang dibuat gelisah.

“Yang gelisah itu orang-orang di sampingnya seperti Bu Khofifah (Indar Parawansa). Saya gelisah, Pak Alwi (Shihab) gelisah, kiai-kiai gelisah, Gus Dur sendiri ketawa-tawa,” cerita Mahfud MD saat memberikan testimoni di hadapan ribuan jamaah dalam Haul ke-8 Gus Dur di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, Kamis (28/12).

Saking inginnya menyelamatkan Gus Dur dari rongrongan kekuatan politik, kata Mahfud, Khofifah sampai harus berkeliling ke pelosok kampung-kampung kumuh selama dua bulan untuk membagikan sedekah.

• Baca: Amanat Gus Dur: Bantulah Khofifah, Dia Srikandinya NU

Kenapa harus membagikan sedekah? Ceritanya, tutur Mahfud, Khofifah ‘protes’ kenapa Gus Dur yang sudah lurus masih banyak pihak yang mau menjatuhkan. “Lalu ada yang berbisik: Mungkin Gus Dur, mungkin, lupa bayar zakat karena terlalu sibuk,” kata Mahfud MD yang disambut ger-geran jamaah.

Mendengar bisikan seperti itu, Khofifah langsung bergerak mengumpulkan uang yang dipecah menjadi Rp 20 ribuan untuk diberikan kepada orang-orang miskin. Lalu masuklah Khofifah ke pelosok kampung-kampung kumuh untuk membagikan ‘zakatnya’ Gus Dur.

“Saya tahu karena pagi-pagi Bu Khofifah mau pergi, lalu saya tanya mau kemana, katanya mau bagi-bagi ‘zakatnya’ Gus Dur. Mungkin Gus Dur lupa,” ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut menirukan Khofifah yang membuat jamaah semakin ger-geran.

“Saking inginnya Bu Khofifah menyelamatakan Gus Dur. Gus Dur sendiri tenang-tenang saja. Bahkan waktu Gus Dur jatuh pada 23 Juli (2001) saya sedang diutus untuk meresmikan Universitas Madura,” katanya.

• Baca: Dunia Merindukan Juru Damai Sekelas Gus Dur-Kiai Hasyim

Cerita Mahfud MD dibenarkan Khofifah saat mendapatkan giliran bertestimoni. “Sebenarnya yang disampaikan Pak Mahfud itu bukan zakat, tapi sedekah,” kata Menteri Sosial yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

Bagi-bagi sedekah dilakukan, tandasnya, karena Khofifah melihat — di luar proses kontestasi politik saat itu — kenapa Gus Dur orang baik tapi banyak balanya.

“Lalu saya mengambil inisiatif karena sedakah itu lidaf’il bala’ (tolak bala). Sedapatnya saya berbagi kepada teman-teman: Ayo cari (orang miskin) di traffic light sana, tempat pemukiman kumuh, dimana saja,” kenangnya.

Keselamatan Bangsa

BERSAMA GUS DUR: Khofifah Indar Parawansa, delapan tahun Gus Dur meninggalkan kita, tapi pikiran-pikiran besarnya tetap bersama seluruh warga bangsa. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
BERSAMA GUS DUR: Khofifah Indar Parawansa, delapan tahun Gus Dur meninggalkan kita, tapi pikiran-pikiran besarnya tetap bersama seluruh warga bangsa. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Sedekah yang dibagikan kala itu berjumlah total Rp 60 juta yang dipecah menjadi Rp 20 ribuan. Uang disiapkan Khofifah bersama Rizal Ramli yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) di kabinet Gus Dur.

Insyaallah Pak Dr Rizal Ramli, tak ada satu lembar pun yang masuk ke kantong saya. Semuanya saya bagi dalam waktu hampir dua  bulan,” kata Khofifah di hadapan Rizal.

“Tiap hari saya berkeliling dari kampung ke kampung. Teman-teman saya juga saya minta berkeliling. Saya bilang: Ini sedekahnya Gus Dur ya, doakan Gus Dur ya.”

• Baca: Keputusan Gelar Pahlawan Gus Dur di Tangan Jokowi

Khofifah menambahkan, lewat sedekah itu dia berharap bisa memberikan perlindungan keselamatan bukan kepada Gus Dur semata, tapi bangsa dan negara Indonesia. “Agar dijauhkan dari sifat-sifat hasut, dengki, dijauhkan dari orang-orang yang ingin melakukan sesuatu secara destruktif,” jelasnya.

Bagi Khofifah, tidak seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) mengetahui secara detail persoalan kebangsaan saat itu. Maka hal sedekah yang dibagikan sesungguhnya bagian dari ikhtiar bersama.

“Hari ini delapan tahun Gus Dur meninggalkan kita, tapi pikiran-pikiran besar Gus Dur insyaallah tetap bersama kita dan seluruh warga bangsa Indonesia,” tuntasnya.