Program 1821 Tersendat, Lamongan Bikin “Desaku Pintar”

DESAKU PINTAR: Bupati Fadeli bersama anakpanak saat launching Desaku Pintar di Desa Sumengko, Kecamatan Kedungpring, Lamongan, Kamis (13/9). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
DESAKU PINTAR: Bupati Fadeli bersama anak-anak saat launching Desaku Pintar di Desa Sumengko, Kedungpring, Lamongan, Kamis (13/9). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Dua tahun diluncurkan Pemkab Lamongan, rupanya program Gerakan 1821 belum berjalan maksimal di semua desa. Gerakan ini dimaksudkan agar keluarga mematikan televisi, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB untuk menemani anak-anak belajar.

Lantaran tersendat, Gerakan 1821 diadopsi untuk kemudian diluncurkan program baru sekaligus sebagai penguat: Desa Karakter Unggul dan Pintar (Desaku Pintar). Kamis (13/9), Bupati Fadeli bersama Wakil Bupati Kartika Hidayati dan jajaran OPD meluncurkannya di Desa Sumengko, Kecamatan Kedungpring.

Fadeli mengakui, peluncuran Desaku Pintar ini terinspirasi Gerakan 1821 yang belum begitu memasyarakat meski diluncurkan sejak 2016. Padahal berbagai sosialisasi, katanya, telah digencarkan hingga ke tingkat desa.

• Baca: Korupsi Dana Cashback, Kejari Lamongan Kejar Aktor Lain

“Desaku Pintar ini hasil evaluasi atas pelaksanaan Gerakan 1821. Meski sangat sederhana, mematikan handphone dan televisi pukul 18.00 hingga 21.00 dan menemani anak belajar, rupanya masih belum banyak diterapkan,“ katanya.

Karena itu, Fadeli kemudian menggagas Desaku Pintar yang memiliki instrumen untuk mengukur tingkat kemajuan desa. Program ini tidak hanya akan memotret keunggulan desa dalam pelaksanaan Gerakan 1821, tapi juga sembilan tatanan lainnya.

Kesembilan tatanan unggulan desa tersebut yakni pemberdayaan ekonomi perdesaan, pelayanan kesehatan, pengembangan pendidikan dan literasi, tatanan pariwisata, serta seni budaya dan olahraga.

• Baca: DPT Pemilu 2019 di Lamongan Susut 1.281 Pemilih

Lalu peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan terintegrasi untuk pengentasan kemiskinan, keluarga sadar hukum, pelayanan publik, Kampung Lamongan Green and Clean (LGC) dan penguasaan teknologi informasi.

Sementara Desa Sumengko dipilih sebagai lokasi peluncuran Desaku Pintar, karena desa ini dinilai sukses menerapkan enam dari sepuluh tatanan unggulan yang dievaluasi.

• Baca: Diduga! Ada Korupsi Anggaran Proyek Embung di Lamongan

“Saat ini setidaknya ada dua desa di tiap kecamatan yang menjadi percontohan program Desaku Pintar. Kami berharap agar (desa) yang lain terpacu untuk berbenah sehingga menjadi lebih baik, dan bisa menyalip desa percontohan,“ katanya.

Menjaga keberlanjutan Program Desaku Pintar, tandas Fadeli, evaluasi di tingkat kecamatan akan dilakukan sebulan sekali. Kemudian secara berkala dievaluasi setiap tiga bulan sekali di tingkat kabupaten.

» Baca Berita Terkait Pemkab Lamongan, Pantura, Jatim Raya