Permudah Daya Beli, Bulog Jatim Produksi Beras Sachet 200 Gram

BERAS SASET 200 GRAM: Mempermudah daya beli masyarakat, Bulog Divre Jatim memproduksi beras kemasan saset 200 gram seharga Rp 2.500. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG
BERAS SASET 200 GRAM: Mempermudah daya beli masyarakat, Bulog Divre Jatim memproduksi beras kemasan saset 200 gram seharga Rp 2.500. | Foto: Barometerjatim.com/NANTHA LINTANG9

SURABAYA, Barometerjatim.com – Terobosan dilakukan Bulog Divre Jatim. Untuk mempermudah daya beli masyarakat, Bulog memproduksi komoditas beras premium yang dikemas secara ekonomis. Yakni beras kemasan sachet dengan berat 200 gram seharga Rp 2.500.

Harga tersebut terbilang lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium. Jika ditotal, dengan membeli lima kemasan sachet yang jumlahnya satu kilogram, pembeli cukup membayar Rp 12.500, sedangkan HET saat ini Rp 12.800.

Kepala Bulog Divre Jatim, Mohammad Hasyim menuturkan, tujuan dari produksi beras sachet ini memang untuk memudahkan daya beli masyarakat. Karena selama ini beras di pasaran terkemas dengan berat 1, 5 dan 10 kilogram.

• Baca: Pakde Karwo: Jatim Tegas Tolak Impor Beras

“Sekarang dengan uang 12.500 rupiah, bisa beli satu sachet. Ini bisa dikonsumsi tiga sampai empat orang dan bisa dibawa kemana-mana,” ujarnya, Jumat (6/7).

Pada tahap perdana, Bulog Divre Jatim memproduksi sebanyak 10 ton yang akan didistribusikan ke berbagai pasar tradisional, pasar modern dan Rumah Pangan Kita (RPK) di seluruh kabupaten/kota di Jatim. “Sehingga keberadaan beras ini bisa dilihat,” katanya.

• Baca: Solusi Turunkan Harga Barang, Soekarwo: Genjot Industri Agro

Beras sachet merek “Beras Kita” ini sudah dikemas modern dengan sachet warna kuning-oranye. Diharapkan beras ini dapat diterima dengan baik oleh konsumen, karena selain jenisnya premium harga yang ditawarkan juga lebih murah. “Beras ini praktis, murah lagi,” lanjut Hasyim.

Meskipun hal ini bukan inovasi pertama dilakukan Bulog, Hasyim berharap produksi beras sachet akan mengalami peningkatan seiring dengan banyaknya permintaan di masyarakat.