Solusi Turunkan Harga Barang, Soekarwo: Genjot Industri Agro

PARIPURNA DPRD JATIM: Gubernur Soekarwo usai mengikuti sidang paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Selasa (3/7). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PARIPURNA DPRD JATIM: Gubernur Soekarwo usai mengikuti sidang paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Selasa (3/7). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi  per 1 Juli 2018 yang membebani masyarakat harus diberikan solusi. Salah satunya, menggenjot produksi industri agro di Jatim.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim, Soekarwo saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kenaikan harga barang pasca kenaikan BBM, seusai mengikuti Sidang Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Selasa (3/7).

Dijelaskan Pakde Karwo, sapaan Soekarwo, Jatim mempunyai sektor agro industri yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri.

• Baca: Mendagri Puji Peran Strategis APPSI Konektivitaskan Daerah

Optimalisasi potensi ini dipastikan membantu biaya angkut yang oleh pengusaha dibebankan kepada konsumen atau masyarakat. Dengan demikian, kenaikan BBM yang akan diikuti naiknya harga komoditas lain bisa tereliminasi.

Hal semacam ini, yakni substitusi bahan baku, lanjut Pakde Karwo sudah dibicarakan saat pertemuan dengan Mendagri dan gubernur se-Indonesia lewat pertemuan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Jakarta kemarin.

“Misalnya, Bangka Belitung mempunyai timah dan pala yang dibutuhkan Jatim, sedangkan Jatim memiliki beras yang dibutuhkan Bangka Belitung. Subtitusi bahan baku seperti itu harus dilakukan agar menekan harga,” jelasnya.

• Baca: Pakde Karwo Lantik 10 Pejabat Eselon II Pemprov Jatim

Hal tersebut, menurut Pakde Karwo, merupakan keniscayaan karena berada dalam lingkaran yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. “Ini masih saya rapatkan, apa-apa yang bisa kita tekan dari naiknya BBM agar tidak mempengaruhi daya beli. Kita cari faktor apa yang bisa ditekankan,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah UMKM yang sangat banyak mendukung subtitusi bahan baku tersebut. Apalagi, 18 juta lebih tenaga kerja berada di sektor UMKM yang bisa memaksimalkan sektor agro industri.

Cari Formula Lain

Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu menambahkan, saat ini Pemprov Jatim masih mencari formula lain untuk menyetabilkan harga dan serta menekan agar harga tidak terlalu naik.

Pakde Karwo memahami, faktor yang membikin harga naik berasal dari bermacam-macam variabel, bukan hanya ongkos distribusi saja. Apabila nantinya diperlukan otoritas instansi lain seperti Polda dan Kejaksaan, maka juga akan diajak bicara.

• Baca: Pakde Karwo: Konsep Aswaja Dukung Suasana Sejuk di Jatim

“Kenaikan tersebut harusnya tidak linear, artinya tidak semua kebutuhan harus naik. Maka harus dicari dan ditabulasi barang apa yang naik, dan upaya apa yang harus dilakukan untuk menekan harga,” ungkapnya.

Gubernur menargetkan semua faktor yang mempengaruhi harga naik ini bisa segera diselesaikan. Saat ini proses tersebut terus berjalan, dengan harapan masyarakat tidak terlalu lama menanggung dampak kenaikan BBM. Pakde Karwo juga mohon doa masyarakat agar masalah ini segera teratasi.