Pemilu Lancar! PMII Jatim Tolak People Power Amien Rais Dkk

Abdul Ghoni (tengah), PMII Jatim tolak people power karena inkonstitusional. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Abdul Ghoni (tengah), PMII Jatim tolak people power karena inkonstitusional. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim, menolak seruan people power yang dilontarkan Amien Rais Dkk untuk menyikapi hasil Pemilu 2019.

Selain tidak beralasan karena Pemilu 2019 berjalan lancar, ancaman people power dinilai hanya mencederai spirit demokrasi yang beralaskan konstitusi.

“Pesta demokrasi ini harus berjalan lancar, tanpa ada provokasi dan intervensi untuk mengubah semua hasil,” kata Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jatim, Abdul Ghoni dalam konferensi pers pernyataan sikap PMII Jatim pasca Pemilu 2019 di Surabaya, Senin (22/4/2019) sore.

Dengan menggunakan ancaman people power, lanjut Ghoni, justru membuat dan memancing seolah-olah negara gagal menyelenggarakan Pemilu. “Kita tidak menginginkan provokasi ini,” tandasnya.

Lagi pula, seluruh sengketa kepemiluan telah disediakan perangkat penyelesaiannya, yakni melalui Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) hingga Mahkamah Konstitusi (MK).

Maka ajakan show of force dalam suasana Pemilu, tegas Ghoni, harus dibaca sebagai upaya pendelegitimasian atas lembaga-lembaga negara, atau bahkan upaya pembangkangan atas negara.

“Kita tidak menginginkan historis kejadian sebelumnya, tentang penggerakan masa untuk menggugat atau tidak percaya terhadap hasil dari pesta demokrasi dan kekecewaan terhadap pemerintah,” katanya.

Ghoni mencontohkan beberapa peristiwa kelam yang berlatar benturan politik kekuasaan, mulai dari PRRI/Permesta, peristiwa Madiun 1948, hingga yang paling gelap yakni gerakan 30 September 1965 yang hingga kini masih seringkali menjadi pergunjingan otoritas HAM internasional.

Menurut Ghoni, amat disayangkan kalau bangsa ini harus terlempar pada kubangan polemik masa silam, di tengah percepatan pembangunan dan kontestasi ekonomi global yang kian sengit.

Elite Tahan Diri

Karena itu, PMII Jatim meminta elite politik tidak perlu lagi melancarkan isu people power, karena memang Pemilu 2019 berjalan dengan lancar dan tinggal menunggu hasilnya dari KPU.

“Mungkin sedikit beberapa titik ada kejadian-kejadian, dan saya pikir pihak kepolisian maupun TNI sudah bisa meredamnya,” katanya.

Di sisi lain, Ghoni mengimbau kepada PMII se-Jatim serta seluruh mahasiswa agar berpikir cerdas dan bisa meredam konflik di level bawah.

“Sebagai agent of change, kontrol, dan agen sosial, bisa mengontrol agar people power ini tidak perlu terjadi. Kita harus bisa meredam konflik-konflik di bawah,  karena akan merugikan semua pihak,” katanya.

“Kita juga tidak mau, penggerakan massa dan penggerakan opini ini dimanfaatkan elite-elite politik. Kita menekankan kepada elit politik untuk tidak gaduh, karena sangat berbahaya khususnya di wilayah akar rumput,” tuntasnya.•

» Baca Berita Terkait PMII, Pemilu 2019