Pedagang Pasar Tembok: Emil Pemimpin Peduli Wong Cilik

KUNJUNGI PASAR TEMBOK: Emil Dardak mendapat sambutan hangat dari pedagang Pasar Tembok, Dukuh, Surabaya, Jumat (25/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
KUNJUNGI PASAR TEMBOK: Emil Dardak mendapat sambutan hangat dari pedagang Pasar Tembok, Dukuh, Surabaya, Jumat (25/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Makin banyak manfaat yang didapat, makin sering pula Emil Elestianto Dardak menggelar sahur on the road bersama warga. Jumat (25/5) dini hari, giliran Pasar Tembok, Dukuh, Surabaya yang disambangi Cawagub Jatim nomor urut satu tersebut.

Di Pasar Tembok, alumnus University of Oxford itu mendapat sambutan luar biasa dari pedagang dan pengunjung. Bahkan, salah satu pedagang menyebut Emil sosok milenial harapan masyarakat Jatim. Seperti disampaikan Supriyadi, salah seorang pedagang.

“Mas Emil sosok milenial yang menjadi harapan masyarakat. Saya salut ada sosok muda, pintar dan berpendidikan yang mau dan gigih ingin berjuang untuk Jawa Timur,” ungkapnya.

• Baca: Emil Siapkan Koperasi dan Perumahan untuk Buruh Migran

Tak cukup di situ, Emil yang berpasangan dengan Cagub Khofifah Indar Parawansa dinilai punya komitmen besar untuk mengangkat prekonomian wong cilik. Terlebih bupati non aktif Trenggalek itu akan ‘menyulap’ Pasar Pon di Trenggalek menjadi pasar berarsitektur Eropa terdengar di telinga pedagang Pasar Tembok.

Memang, sebelum masa cuti kampanye, Emil menetapkan anggaran guna pembangunan Pasar Pon Trenggalek. Terobosan itu membuat  Emil disebut-sebut sebagai bupati pertama sejak 1960 yang berani menganggarkan dana besar untuk Pasar Pon.

“Beliau peduli dengan rakyat cilik. Saya yakin Mas Emil dan Ibu Khofifah memenangi Pilkada Jatim dengan angka kemenangan besar, 65 persen-lah,” tandas Supriya yang diamini pedagang lain.

• Baca: Sapa Calon Buruh Migran, Arumi Beber Program Khofifah-Emil

Supriyadi berharap kepada suami Arumi Bachsin tersebut untuk bisa melindungi masyarakat kecil bila terpilih nantinya, seperti halnya pedagang pasar di Tembok Dukuh yang sering mendapat penertiban petugas tak proporsional.

Harapan serupa disampaikan Katiyem, pedagang bumbu dapur. “Kami berharap banyak kepada Bapak Emil, kami ini orang kecil jangan sering ditertibkan. Di sinilah penghidupan kami berada,” katanya.

Melihat Geliat Ekonomi

MERAKYAT DAN PEDULI WONG CILIK: Cawagub Emil Dardak sahur bersama warga Tembok Dukuh, Surabaya, Jumat (25/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
MERAKYAT DAN PEDULI WONG CILIK: Cawagub Emil Dardak sahur bersama warga Tembok Dukuh, Surabaya, Jumat (25/5). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Sementara Emil menyebut kehadirannya untuk memenuhi undangan masyarakat yang mengajaknya sahur bersama. Apalagi sahur bersama dan jalan-jalan setelah subuh menjadi tradisi ketika Ramadhan.

“Jalan-jalan pagi ke pasar gini, kita dapat melihat geliat ekonomi masyarakat, kita tahu apa kendala dan hal yang dibutuhkan masyarakat,” tutur pria yang kerap ditunjuk sebagai konsultan Bappenas RI tersebut.

• Baca: Layanan Kesehatan Warga, Emil Gagas Call Center 24 Jam

Terakit sejumlah keluhan pedagang yang ditemuinya, Emil menjadikannya cacatan penting untuk dicarikan solusi bersama. Kegiatan seperti ini juga diniali Emil menjadi model ideal dalam menyerap aspirasi riil di masyarakat, sekaligus sebagai bukti kehadiran negara.

“Kita perlu lihat secara matang, agar kita bisa mengakomodir ekonomi masyarakat kecil. Akan tetapi niat baik pemerintah untuk menyediakan tempat yang layak untuk berjualan perlu juga mendapatkan apresiasi,” pungkas Emil.