PDIP Usung Whisnu? Peneliti: Tergantung Bisikan Bambang DH

ADU KUAT BAMBANG DH-RISMA: Bambang DH (kiri) dan Risma, 'bisikannya' paling didengar Megawati. Para kandidat: Whisnu (1), Dyah Katarina (2), Armuji (3), Sri Untari (4). | Foto: IST
ADU KUAT BAMBANG DH-RISMA: Bambang DH (kiri) dan Risma, ‘bisikannya’ paling didengar Megawati. Para kandidat: Whisnu (1), Dyah Katarina (2), Armuji (3), Sri Untari (4). | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Puti Guntur Soekarno memastikan tak maju atau ditugasi PDIP di Pilwali Surabaya 2020. Akankah tiket Cawali jatuh mulus ke pangkuan wakil wali kota saat ini, Whisnu sakti Buana?

Belum tentu! Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang juga peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC), Surochim Abdussalam punya pandangan berbeda.

Menurutnya, jika melihat pola selama ini dalam Pilkada wilayah kota utama, PDIP selain memperhatikan hasil survei juga mempertimbangkan kader organik yang punya kedekatan dengan ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri.

• Baca: Pilwali Surabaya 2020! Puti Tak Maju, PDIP Usung Whisnu?

Kader organik PDIP itu bisa anggota legislatif, bisa pula mereka yang duduk di eksekutif. “Prediksi saya PDIP akan mengusung kader sendiri untuk memperkuat basis SBY sebagai kandeng banteng kultural,” katanya kepada Barometerjatim.com, Jumat (14/12).

Nah, soal siapa kader organik yang akan diusung, menurut Surochim, tergantung nama siapa yang akan ‘dibisikkan’ tokoh senior PDIP, Bambang DH dan wali kota saat ini, Tri Rismaharini (Risma) ke Megawati.

“Bu Mega punya dua ring di Surabaya yang akan kuat memberi informasi, yakni Bu Risma dan Pak Bambang DH,” tegas Surochim.

• Baca: Pilwali Surabaya, Bayu Airlangga Bisa Masuk ‘Paket Khofifah’

“Informasi kedua tokoh ini akan sangat menentukan siapa yang akan diusung PDIP. Risma dan Bambang DH penentu siapa kader PDIP yang akan maju di Pilwali 2020. Dua orang ini cukup dipercaya Bu Mega untuk informasi tentang Surabaya,” paparnya.

Bukankah Risma gagal memenangkan calon yang diusung PDIP di Surabaya saat Pilgub Jatim 2018? “Iya, tetapi tentang Surabaya, masih dipercaya kok. Coba tanya Pak Basarah (Wasekjen PDIP, Ahmad Basarah) dan Mbak Puti, hee.. he.. Lak bener kata saya, hee.. he,” katanya.

Namun di antara keduanya, menurut Surochim, ‘bisikan’ Bambang DH sedikit lebih kuat ketimbang Risma. Karena itu Surochim melihat, rekom PDIP akan jatuh ke ‘orangnya’ Bambang DH. “Orangnya Bambang DH punya peluang lebih besar,” ujarnya.

Kader Organik PDIP

Lantas, siapa kader organik yang bakal diusung PDIP? Menurut Surochim, selain Whisnu nama kuat lain yang beredar yakni Dyah Katarina (anggota DPRD Surabaya/istri Bambang DH), Armuji (ketua DPRD Surabaya) dan Sri Untari (ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim).

“Selain itu, bupati-bupati dari PDIP di Jatim juga punya peluang kuat,” katanya.

Mengapa peluang besar tidak ke Whisnu, bukankah dia kader organik yang juga ketua DPC PDIP Surabaya? “Whisnu memang kader organik tapi enggak cukup kuat sounding di Risma dan Bambang DH. Rasanya.. hanya akan masuk nominasi saja,” ucapnya.

• Baca: Pilwali Surabaya 2020, PKB Belum Selesai di Fandi Utomo

“Tapi sekali lagi, tergantung bisikan Bu Risma dan Pak Bambang DH ke Bu Mega,” tandas Surochim.

Sebelumnya, saat menghadiri HUT ke-81 Kantor Berita Antara, Whisnu menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Cawali di Pilwali Surabaya 2020. “Sebagai kader tidak ada kata tidak siap, apapun perintah partai,” katanya.

Namun demikian, katanya, ada mekanisme partai yang harus dilalui dan prosesnya panjang. Karena itu, saat ini dia masih memilih berkonsentrasi memenangkan PDIP di Pileg 2019.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, PDIP