Khofifah-Emil Menang, Nasdem: Muslimat NU Paling Berperan

SILATURAHIM PETINGGI NASDEM: Hayono Isman (kiri) usai bersilaturahim ke kediaman Khofifah Indar Parawansa di Jemursari, Surabaya, Minggu (1/7). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SILATURAHIM PETINGGI NASDEM: Hayono Isman (kiri) usai bersilaturahim ke kediaman Khofifah Indar Parawansa di Jemursari, Surabaya, Minggu (1/7). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) — sebagai salah satu Parpol pengusung — sudah pasti ikut ‘berkeringat’ dalam memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jatim 2018.

Meski demikian, Parpol yang didirikan Surya Paloh itu menyebut kalau Muslimat NU, Banom perempuan Nahdlatul Ulama yang dipimpin Khofifah, paling berperan dalam memenangkan pasangan nomor satu tersebut.

“Kemenangan Khofifah-Emil, paling banyak itu perannya sudah pasti Muslimat NU, itu sudah pasti. Kalau partai pengusung sebenarnya lebih banyak ke formalitas administratif,” kata Anggota Dewan Pertimbangan Partai Nasdem, Hayono Isman usai bersilaturahim ke kediaman Khofifah di Jemursari, Surabaya, Minggu (1/7).

• Baca: AHY: Demokrat Kawal Khofifah-Emil hingga 5 Tahun ke Depan

Sementara penentu kemenangan, lanjut Hayono, tetap ditentukan figur Khofifah dan Emil. “Intinya sukses itu ada di beliau berdua, Mbak Khofifah sama Mas Emil,” tegasnya.

Sedangka Parpol pengusung seperti Nasdem, jelas Haryono, lebih melihat dari aspek meritokrasi. Melihat Khofifah-Emil secara merit, secara kinerja, secara track record memenuhi persyaratan untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur.

“Jadi dasaranya meritokrasi, bukan karena pasangan calon orang partai atau kerabat, bukan itu. Sebab, Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki meritokrasi kredibel untuk memastikan, Jatim khusunya, berhasil dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan ke depan,” paparnya.

• Baca: Gus Ipul-Puti Kalah, Pengamat: PDIP ‘Menangis’, PKB Tidak!

Namun, jelas Hayono, “Figur Mbak Khofifah dan Mas Emil ini yang menentukan kemenangan di Jatim, tentunya dengan dukungan semua Parpol pengusung,. Bahkan Nasdem, kalau boleh saya katakan, partai pengusung yang anggotanya di Jatim terbesar memilih nomor satu.”

Saat dipertegas bukankah Nasdem hanya memiliki empat kursi di DPRD Jatim, apakah signifikan mendongkrak perolehan suara Khofifah-Emil, Hayono menegaskan empat kursi tersebut hasil Pemilu 2014.

“Nah, harapannya, menyongsong (Pemilu) 2019 ini (peolehan suara) bisa meningkat sesuai dengan apresiasi publik, khususnya di Jatim terhadap Nasdem sebagai Parpol pengusung paslon nomor satu,” ucapnya.