Orang Miskin di Sumenep Turun 1,75%, Pantas Saja Bupati Fauzi Berani Pamer Jurus Atasi Kemiskinan di Depan Khofifah

| -
Orang Miskin di Sumenep Turun 1,75%, Pantas Saja Bupati Fauzi Berani Pamer Jurus Atasi Kemiskinan di Depan Khofifah
TURUN SIGNIFIKAN: Bupati Fauzi, turunkan sigifikan kemiskinan Sumenep di 2022. | Sumber Data: BPS Sumenep

SUMENEP, Barometer Jatim – Di hadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sumenep Achmad Fauzi membeber sejumlah langkah taktis dalam mengatasi kemiskinan. Salah satunya yakni memaksimalkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Menurut Fauzi, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep agar mengumpulkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas setempat.

Tujuannya agar zakat, infak, dan sedekah dikelola Baznas Sumenep, lalu dipakai untuk kegiatan-kegiatan produktif seperti membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Pemkab Sumenep memberikan dukungan penuh kepada Baznas Sumenep untuk melakukan kegiatan-kegitan positif,” kata Fauzi di hadapan Khofifah, saat gubernur yang juga Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu melakukan safari Ramadhan di Sumenep, Minggu (2/4/2023).

Selama ini, papar Fauzi, sudah banyak program yang dilaksanakan Baznas Sumenep dalam membantu pemerintah dalam menangani persoalan kemiskinan. Salah satunya yakni program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Selain itu, dalam hal peningkatan sumber daya manusia, Baznas Sumenep melalui dana yang dikelolanya juga memberikan beasiswa kepada masyarakat. “Ini untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sumenep," ucapnya.

Turun 18,53 Ribu Orang

Berani-beraninya Fauzi pamer jurus atasi kemiskinan di depan Khofifah, berapa sih sebenarnya jumlah penurunan orang miskin di Sumenep? Mari belejeti angkanya. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, angka kemiskinan di kabupaten yang lagi gecar mempromosikan pariwisata tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan, data BPS Sumenep menunjukkan penurunan angka kemiskinan pada Maret 2022 paling sigifikan dalam empat tahun terakhir, yakni 1,75% atau menjadi 18,76% dari kondisi Maret 2021 sebesar 20,51%. Angka tersebut sekaligus paling rendah sejak 2012, karena selama ini kemiksinan berkutat di angka 20%.

Dari sisi jumlah, penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan pada 2022 sebanyak 206,20 ribu orang atau menurun 18,53 ribu dibandingkan kondisi Maret 2021.

Pada 2022, secara rata-rata nilai Garis Kemiskinan (GK) rumah tangga miskin di Sumenep tercatat Rp 427.882/kapita/bulan atau mengalami kenaikan 6,71% dibandingkan dengan nilai GK kondisi Maret 2021.

Sedagkan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Kabupaten Sumenep, selama periode Maret 2021-Maret 2022, mengalami penurunan.

P1 Maret 2022 sebesar 3,72 atau mengalami penurunan 1,01 poin dibandingkan Maret 2021 dan P2 Maret 2022 sebesar 1,16 mengalami penurunan 0,4 poin dibandingkan Maret 2021.{*}

» Baca Berita Kemiskinan, Baca tulisan terukur Roy Hasibuan.

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.