Navigasi Sistem Transportasi, Emil Blusukan di KA Komuter

BLUSUKAN DI KA KOMUTER: Cawagub Emil Dardak blusukan di KA komuter untuk melakukan navigasi sistem transportasi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
BLUSUKAN DI KA KOMUTER: Cawagub Emil Dardak blusukan di KA komuter untuk melakukan navigasi sistem transportasi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Cawagub Jatim, Emil Elestianto Dardak memperluas semakin jangkauan kampanyenya. Kali ini dia memilih blusukan di kereta api (KA) komuter untuk melihat langsung sistem transportasi di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, Selasa (13/3).

Di dalam kereta, suami artis Arumi Bachsin itu memilih berdiri, sambil sesekali duduk untuk menyapa dan berdialog dengan pengguna jasa komuter. Hal itu dilakukannya untuk menggali referensi terkait perbaikan sistem transportasi. “Saya ingin mendengar langsung dari penumpang, serta merasakan langsung pula sistem transportasi komuter,” katanya.

Sejumlah penumpang terlihat kaget dengan kehadiran Emil. Arifah, misalnya, perempuan asal Sidoarjo ini sama sekali tak menyangka tiba-tiba Emil mengucap permisi untuk duduk di sampingnya dan mengajak dialog. “Iya, kaget saja. Saya kira dia mahasiswa karena masih muda namun terlihat berwibawa,” katanya.

Dia berharap, kehadiran Emil bisa menjadi referensi untuk perbaikan sistem transportasi ke depan. “Saya sih berharap, seperti harapan yang lain, agar alat transportasi ini cepat diganti biar lebih cepat,” katanya.

• Baca: Di Nganjuk, Emil Berkeringat Bersama Petani Bawang

Penumpang lainnya, Hendra, juga mengangumi Emil yang disebutnya muda, tampan, cerdas, serta sosok pemimpin yang peduli sekaligus berprestasi. “Saya kira sangat mampu memimpin Jawa Timur ke depan,” katanya.

Sementara terkait problem kemacetan, Emil mengatakan perlu perencanaan dini yang visioner untuk menata sebuah kota. Sebuah daerah perlu merencanakan lebih awal tanpa harus menunggu macet. “Jangan menunggu padat atau macet dulu baru memikirkan struktur ruang,” ujarnya.

Emil yang sempat mendalami bidang perencanaan dan pengembangan wilayah, mengaku sengaja diminta Cagub Khofifah Indar Parawansa untuk mempertajam terkait persoalan mobilitas perkotaan dengan perencanaan wilayah, terutama di Surabaya.

SAMBUTAN HANGAT: Cawagub Emil Dardak disambut hangat pengguna jasa KA komuter. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
SAMBUTAN HANGAT: Cawagub Emil Dardak disambut hangat pengguna jasa KA komuter. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

“Memang Surabaya ini harus bisa menjadi lokomotif untuk membangun kawasan megapolitan yang berdaya saing, yang bisa mendorong sektor perdagangan dan jasa,” ujarnya. Untuk mendapatkan gambaran jelas terkait soal mobilitas angkutan penumpang secara khusus, Emil memilih komuter, bukan kereta umum.

“Walaupun setelah saya mempelajari, banyak orang yang menggunakan kereta umum menuju Jombang, Malang dan beberapa lokasi lainnya daripada komuter. Saya ingin lebih memahami yang komuter terlebih dahulu,” terangnya.

• Baca: Emil: Kertosono Titik Episentrum Strategis Baru di Jatim

Emil menambahkan, ada sedikit kendala mengenai kapasitas lambung komuter yang sebelumnya dari empat gerbong menjadi tiga gerbong. Kereta ini menggunakan kereta yang sangat lama, yang mungkin juga mempengaruhi minat masyarakat sulit beralih dari kendaraan pibadi beralih ke transportasi umum.

“Justru teorinya karena Sidoarjo ini sangat dekat dengan Surabaya, akhirnya orang justru menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini harus terus dikurangi, agar terbangun megapolitan yang mengusung mobilitas umum bukannya kendaraan pribadi,” imbuhnya.