Miris! 40 Ribu PMI Tambah Jumlah Pengangguran di Jatim

BALIK KAMPUNG: Pekerja migran asal Jatim yang balik kampung sebelum lebaran lalu. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
BALIK KAMPUNG: Pekerja migran asal Jatim yang balik kampung sebelum lebaran lalu. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sekitar 40 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim dipastikan menambah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Ini karena mereka belum bisa kembali ke luar negeri (LN) untuk bekerja.

“Problem PMI kita ini kan masuk ke Indonesia, kemudian enggak bisa kembali. TPT pasti naik, dan TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja)-nya menjadi turun,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Himawan Estu Bagijo, Minggu (13/6/2021).

Merujuk data Disnakertrans Jatim, jumlah PMI yang balik kampung ke Jatim per 27 April hingga 7 Juni 2021 sebanyak 10.907 orang.

Dari jumlah itu, lima daerah asal pemulangan PMI terbanyak yakni Kabupaten Sampang (1.910), Pamekasan (1.004), Bangkalan (982), Jember (640), dan Kabupaten Malang (601).

Jumlah ini lebih banyak lagi, jika melihat hasil rekap sejak pandemi Covid-19 merebak pada 2020. “Kalau 40 ribu-an ya ada (data pemulangan PMI sejak 2020,” ucap Himawan.

“Nah, beban itu ditambahi dengan calon pekerja yang tidak bisa berangkat karena (negara tujuan PMI) masih close semuanya,” tandasnya.

Menurut Himawan, terhadap semua ini memang memang harus dicari jalan keluar secara bersama-sama. Tidak hanya Pemprov Jatim, tapi juga pihak kabupaten dan kota.

LIMA TERBANYAK: Lima daerah asal pemulangan PMI terbanyak per 27 April-7 Juni 2021. | Data Grafis: Disnakertrans Jatim
LIMA TERBANYAK: Lima daerah asal pemulangan PMI terbanyak per 27 April-7 Juni 2021. | Data Grafis: Disnakertrans Jatim

“Supaya kawan-kawan di kabupaten/kota mengerti, bahwa ini bisa meningkatkan angka pengangguran, TPT pasti naik, dan TPAK-nya menjadi turun kalau kemudian pulang kerjanya enggak ada,” ujarnya.

Pemprov Jatim, lanjut Himawan, berkeinginan skema penyelesaian dilakukan satu per satu untuk mencari jalan keluar.

Setelah 40 ribu PMI yang pulang tersebut ter-record, mulai namanya, tempat tinggalnya, kepastian kembali lagi ke LN atau tidak, maka akan ditawari pelatihan peningkatan usaha mandiri.

“Tapi cakupannya kan enggak bisa banyak. Paling kita bisa pelatihan itu kalau satu angkatan 40 orang. Berarti kalau 10 angkatan ada 400 ribu. Dari 40 ribu, itu kan hanya satu persen yang kita bisa,” kata Himawan.

“Sementara kalau kita mau melakukan tindakan yang benar-besaran, kan juga dibatasi protokol kesehatan. Enggak bisa banyak, sedikit-sedikit gitu,” ucapnya.

Himawan berharap, pola pelatihan yang dilakukan provinsi juga diikuti kabupaten/kota agar PMI yang tidak bisa kembali ke LN mampu menciptakan lapangan kerja dengan membuka usaha mandiri.

BALIK KAMPUNG: PMI Jatim balik kampung per 27 April-7 Juni 2021 sebanyak 10.907 orang. | Data Grafis: Disnakertrans Jatim
BALIK KAMPUNG: PMI Jatim balik kampung per 27 April-7 Juni 2021 sebanyak 10.907 orang. | Data Grafis: Disnakertrans Jatim

» Baca Berita Terkait Pengangguran