Minta Kapolri Dicopot, Yusril: Amien Rais Gak Usah Didengar!

MINTA AMIEN BIJAK: Yusril Ihza Mahendra saat di PN Surabaya. Celoteh Amien Rais minta Kapolri dicopot tidak usah didengar. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MINTA AMIEN BIJAK: Yusril Ihza Mahendra saat di PN Surabaya. Celoteh Amien Rais minta Kapolri dicopot tidak usah didengar. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menghargai kesediaan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

Namun Yusril meminta Amien tak perlu membumbui dengan desakan agar Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dicopot dari jabatannya terkait kasus yang diduga ‘mengendap’ di Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Polisi, kata Yusril, telah melakukan tugasnya dengan benar dalam menuntaskan penyidikan kasus tersebut. Dengan penetapan Sarumpaet sebagai tersangka, polisi berwenang meminta keterangan siapa saja yang diduga mengetahui terjadinya tindak pidana yang dilakukan Sarumpaet.

• Baca: ‘Sandiwara’ Sarumpaet, Mantan Waka BIN: Tak Terorganisir!

“AR (Amien Rais) itu gak usah didengarlah. Itu kan baru katanya katanya, kalau Pak AR punya bukti-bukti silakan datang ke KPK, jangan berasumsi nanti jadi polemik baru yang bisa berkepanjangan,” kata Yusril kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (10/10).

Desakan Amien, menurut Yusril, beda dengan desakan ketika dirinya mempertanyakan keabsahan Hendarman Supandji sebagai Jaksa Agung pada 2010. “Saya anggap Jaksa Agung tidak sah, maka saya menolak diperiksa, karena kejaksaan itu merupakan satu kesatuan,” katanya.

Yusril pun mengaku dia tidak asal ngomong saat mengatakan Jaksa Agung ilegal. Dia membuktikannya di Mahkamah Konstitusi (MK) hingga Hendarman dicopot dari jabatannya.

• Baca: Romi: Hoax Sarumpaet Geser Pendukung Prabowo ke Jokowi

Karena itu, Yusril mengingatkan Amien agar tidak reaktif atas pemeriksaannya sebagai saksi. Sikap reaktif justru dinilai sebagai tindakan tak patut karena dapat memicu keresahan di masyarakat. Bagi Yusril, sebagai Bapak Bangsa, keteduhan sikap Amien diperlukan.

Apalagi, lanjutnya, saat ini masyarakat sedang berduka pasca gempa di Donggala, Palu dan Lombok. Selain itu, Indonesia tengah menggelar pertemuan IMF di Bali, serta di Jakarta sedang berlangsung gelaran Asian Para Games 2018.

• Baca: Hoax Sarumpaet Terbongkar! Erick Thohir: Allah Maha Tahu

Yusril berharap Amien tidak membuat suasana makin panas di tahun politik ini. “Kita hindari kegaduhan, Pak AR jangan bikin gaduh lagi, cukuplah kasus Mbak Ratna menyita perhatian kita, ingat tahun ini adalah tahun politik,” tegas Yusril.

Lagi pula, tandas Yusril, pemanggilan Amien sebagai saksi adalah hal yang normal. Soal dia terlibat atau tidak dalam penyebaran kebohongan Sarumpaet, semua tergantung dari fakta-fakta hasil pengembangan kasus.