Menangkan Jokowi, Khofifah Tak Perlu Masuk Tim Sukses

MOTIVASI SANTRI: Gubernur Jatim terpilih, Khofifah saat memotivasi santri Ponpes Amanatul Ummah Surabaya, Sabtu (15/9) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
MOTIVASI SANTRI: Gubernur Jatim terpilih, Khofifah saat memotivasi santri Ponpes Amanatul Ummah Surabaya, Sabtu (15/9) malam. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski mendukung penuh Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa menegaskan dirinya tidak perlu masuk tim sukses.

“Enggak perlu lah! Enggak usah masuk tim resmi,” kata Khofifah usai mendampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat berkunjung ke Ponpes Amanatul Ummah Surabaya asuhan KH Asep Saifuddin Chalim, Sabtu (15/9) malam.

Menurut Khofifah, dengan tidak masuk tim resmi, dirinya merasa akan lebih leluasa dalam memenangkan Jokowi-Kiai Ma’ruf. “Ndak usah lah! Kalau saya lebih fleksibel bersapa, berkawan, berdiskusi, bersosialisasi, iya kan?” tandasnya.

• Baca: Khofifah Dukung Jokowi, Muslimat NU? Tunggu Dulu!

Saat ditanya, apakah Cawagub terpilih, Emil Elestianto Dardak juga memilih langkah serupa, Khofifah menyebut Pilpres 2019 beda dengan Pilgub Jatim 2018. “Lho, jangan bilang Khofifah-Emil. Kalau gini (urusan Pilpres 2019) ya Khofifah mendukung Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin,” ucapnya.

Sementara ditanya terkait kepala daerah yang akan men-support pasangan calon di Pilpres, perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu menjelaskan, untuk menjaga netralitas maka seorang kepala daerah harus cuti saat kampanye.

“Pejabat ya, bukan hanya kepala daerah. Misalnya menteri dari partai A, B pengusung kandidat A, B. Kalau sedang kampanye kan harus cuti, regulasinya begitu,” paparnya.

• Baca: Ditanya soal Jokowi, Menteri BUMN Salah Masuk Mobil

Sebelumnya, usai menghadiri selamatan relawan Khofifah-Emil di Surabaya, Khofifah menegaskan berseiiring dengan Jokowi-Kiai Ma’ruf di Pilpres 2019. Tapi sikapnya ini belum merepresentasikan seluruh relawannya di Pilgub Jatim 2018, termasuk warga Muslimat NU.

“Relasi-relasi, aliansi-aliansi, afiliasi-afilisi, tentu kita akan membangun komunikasi kembali. Intensitas dan interaksi komunikasi itu akan ter-update oleh teman-teman dalam waktu yang insyaallah tidak terlalu lama,” katanya.

» Baca Berita Terkait Khofifah, Pilpres 2019, Jokowi-KH Ma’ruf Amin