Madura Wilayah Kaya, Janji Rp 1 Triliun Bukan Luar Biasa

MADURA WILAYAH KAYA: Cawagub Jatim, Emil Dardak dalam seminar nasional tentang Madura di Hotel Utami Sumekar, Sumenep, Senin (2/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
MADURA WILAYAH KAYA: Cawagub Jatim, Emil Dardak dalam seminar nasional tentang Madura di Sumenep, Senin (2/4). | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SUMENEP, Barometerjatim.com – Emil Elestianto Dardak tidak sependapat dengan anggapan sejumlah pihak yang menyebut Madura wilayah miskin. Justru sebaliknya, Cawagub Jatim nomor urut satu itu menilai, dibanding daerah lain di Jatim, Pulau Garam lebih diberkahi lewat sumber daya energi nan melimpah.

Dia mencontohkan di Kabupaten Sumenep yang memiliki PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Rp 22 triliun. Dari nilai tersebut, Rp 8 triliun di antaranya berasal dari sumber daya energi.

“Inilah sebenarnya yang menjadi berkah bagi Madura,” kata Emil dalam acara seminar nasional bertema Masyarakat Madura Pasca Jembatan Suramadu di Hotel Utami Sumekar, Sumenep, Senin (2/4).

• Baca: Backdrop Acara Emil Viral, Panitia Tak Teliti dan Minta Maaf

Hadir pula sebagai narasumber anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Fandi Utomo serta budayawan Madura yang pupuler dengan julukan Celurit Emas, Zawawi Imron.

“Masih ada yang berpikir Madura itu miskin? Siapa bilang? Di Sumenep saja PDRB-nya Rp 22 triliun. Makanya jangan sampai mendengar kata Rp 1 triliun untuk Madura sudah merasa luar biasa,” tambah Emil.

Kalimat Emil ini seolah menyindir rivalnya, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno yang menjanjikan Rp 1 triliun untuk pembangunan di Madura. Sebaliknya, pasangan Khofifah-Emil malah siap mengalokasikan Rp 1,6 triliun karena Rp 1 trilun untuk Madura dikalkulasi terlalu kecil.

• Baca: Emil: Tembakau Lokal Tak Boleh Tergerus Tembakau Impor

Bagi Emil, membangun Madura tak cukup hanya dengan menjanjikan berapa besar angka yang akan diberikan, tapi harus memahami situasi dan potensi yang ada di wilayah tersebut.

“Jika hanya angka-angka saja kita lempar begitu saja, tapi kita tidak mengetahui benar situasi dan konteks dari Madura, ini bahaya!” tandasnya.

Suami artis Arumi Bachsin itu menambahkan, melihat lokasi Madura yang sangat dekat dengan Samudera Pasifik maka masa depan Madura adalah maritim. Sebab, sisi utara Madura tidak terlalu subur dibanding selatan.

• Baca: Perkuat SDM Industri, Emil: Jurusan SMK Perlu Dibenahi

“Pesisir Madura harus didorong dari sisi utara, penggerak utama adalah pelabuhan Tanjung Bulu Pandan,” katanya.

Idialnya, Madura sangat strategis jika dibangun Pelabuhan Samudera, namun membutuhkan dana yang besar. Karena itu dibutuhkan kerjasama pemerintah dengan badan usaha semisal BUMN untuk membangun pelabuhan Tanjung Bulu Pandan.

“Di Bappenas saya sudah kroscek, apa sudah ada rencana kerjasama pemerintah dengan badan usaha untuk pelabuhan Tanjung Bulu Pandan, ternyata belum ada sama sekali. Artinya proses ini belum berjalan sama sekali,” katanya.

Gerak Seluruh Elemen

MENYATU BERSAMA MADURA: Cawagub Jatim, Emil Dardak berbincang akrab dengan budayawan Madura, Zawawi Imron alias Celurit Emas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
MENYATU BERSAMA MADURA: Cawagub Jatim, Emil Dardak berbincang akrab dengan budayawan Madura, Zawawi Imron alias Celurit Emas. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

Doktor ahli pembangunan kawasan itu menjabarkan, prasyarat untuk membangun Madura harus menggerakkan seluruh elemen, pembiayaan pemerintah, pembiayaan swasta dan paling penting adalah peran serta dari masyarakat Madura.

“Pembangunan infrastruktur di Madura juga perlu direncanakan dan melalui tahapan yang rinci dan kompleks,” katanya.

• Baca: Bersama Pakde, Emil Terima “Indonesia Visionary Leader”

Langkah pertama, menurut Emil, merancang kerjasama pemerintah dengan badan usaha pemerintah untuk mempercepat pelabuhan Tanjung Bulu Pandan. Hal ini bertujuan untuk mereorientasi Madura ke arah yang strategis di masa depan.

“Tidak hanya Madura yang tersedot ke Surabaya, namun sebaliknya daerah luar yang tersedot oleh Madura. Tersedotnya ini terjadi karena Madura belum punya gerbang, kalau ada gerbang di Madura maka industri akan berkembang di sisi utara yang tidak begitu tepat untuk pertanian,” pungkasnya.