Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Lowongan Sekdaprov Jatim, 3 Kepala OPD Berpeluang, Siapa Berani Mendaftar?

Berita Terkait

BERANI MENDAFTAR?: (Dari kiri) Bobby Soemiarsono, Nurkholis, dan Indah Wahyuni. Siapa berani mendaftar jadi Sekda Jatim? | Foto: IST
BERANI MENDAFTAR?: (Dari kiri) Bobby Soemiarsono, Nurkholis, dan Indah Wahyuni. Siapa berani mendaftar jadi Sekda Jatim? | Foto: IST

Sudah setahun ini Pemprov Jatim tak punya Sekda definitif. Usai dikendalikan Plh kini diisi Pj. Lowongan dibuka, tiga kepala OPD berpeluang, siapa berani mendaftar?

- Advertisement -

SIAP-SIAP! Persaingan menuju kursi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim dimulai, seiring dibukanya pendaftaran dari 7 hingga 11 Maret 2022 yang pengumumannya diunggah di laman resmi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim www.bkd.jatimprov.go.id.

“Panitia Seleksi (Pansel) mengundang para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berminat dan memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri mengikuti seleksi terbuka,” bunyi pengumuman nomor 800/1565/Pansel-JPTM/2022 tentang seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi madya Sekdaprov Jatim yang diteken Ketua Pansel, Prof Mohammad Nuh.

Sejumlah persyaratan juga dicantumkan, di antaranya pelamar sedang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II.a) dan pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama (II.a atau II.b) minimal dua kali dalam jabatan berbeda. Secara kumulatif paling singkat dua tahun atau jabatan fungsional ahli utama sekurang-kurangnya dua tahun dalam masa jabatan.

Lalu memiliki pangkat paling rendah pembina utama muda (IV/c) dengan usia paling tinggi 58 tahun pada 1 Mei 2022. Selain itu, lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan (Diklatpim) tingkat I, kecuali bagi pelamar yang berasal dari pemangku jabatan fungsional jenjang ahli utama.

Lantas, siapa saja kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)/dinas yang berpeluang mengisi kursi Sekdaprov definitif?

Berdasarkan persyaratan tersebut, ada tiga pejabat yang disebut-sebut paling berpeluang, yakni Kepala BKD Jatim, Indah Wahyuni; Kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jatim, Nurkolis; dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim, Bobby Soemiarsono.

Selain telah lulus Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat I, ketiganya lebih dari dua tahun menjabat pada lebih dari satu OPD.

Indah Wahyuni, sebelumnya menjabat kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa serta Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Jatim.

Lalu Nurkholis, sebelumnya menjadi kepala BKD Jatim serta kepala Biro Organisasi Setdaprov Jatim. Sedangkan Bobby Soemiarsono, sebelumnya menjabat kepala Bappeda Jatim dan Bapenda Jatim.

Siapkah mereka mendaftar? Indah Wahyuni, saat dikonfirmasi wartawan, menuturkan dirinya memang memenuhi syarat. Namun belum tahu apakah ikut seleksi atau tidak, karena untuk mendaftar harus mendapat persetujuan dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) alias Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Lagi pula, kata perempuan yang akrab disapa Yuyun itu, lulusan PKN tingkat I bukan merupakan persyaratan utama. Itu artinya, seluruh pejabat eselon II.a yang lolos PKN tingkat II dan menduduki jabatan selama dua tahun pada dua OPD juga bisa mendaftar.

“Banyak yang bisa daftar seleksi Sekdparov, termasuk eselon II.a dari daerah maupun staf ahli gubernur. Ini kan seleksi terbuka,” ujarnya.

Dalam setahun terakhir, posisi Sekdaprov Jatim memang menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak karena tak kunjung definitif pasca Heru Tjahjono mengakhiri jabatannya. Heru bahkan diangkat lagi menjadi Sekdaprov lewat jalur Pelaksana Tugas (Plh) sampai digantikan Wahid Wahyudi pada 12 Januari 2022, itupun statusnya Pj (Pejabat).

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi Partai Gerindra, Anwar Sadad berharap seleksi Sekdaprov Jatim agar tetap mengerdepankan semangat meritokrasi.

“Berikan posisi itu pada orang yang memang memiliki pengalaman, baik pengalaman di birokrasi maupun di bidang akademik,” katanya, Rabu (9/2/2022).

Soal nama-nama yang berpeluang? “Saya kan enggak boleh ngomong itulah. Soal siapanya itu mekanisme internal birokrasi yang menentukan. Tapi semangat memilih Sekda yakni meritokrasi, profesionalitas, prestasi, dan tidak boleh ‘geng-gengan’,” katanya.

» Baca berita terkait Pemprov Jatim. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -