Logistik Siap! Prabowo Tak Akan ‘Lempar’ Mandat Capres

MANDAT CAPRES: Soepriyatno (kanan) bersama Sekretaris DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad, Prabowo tak akan memberikan mandat Capres ke orang lain. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
MANDAT CAPRES: Soepriyatno (kanan) bersama Sekretaris DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad, Prabowo tak akan memberikan mandat Capres ke orang lain. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Hingga detik ini seluruh lembaga survei lebih mengunggulkan Joko Widodo (Jokowi) bahkan jauh di atas Prabowo Subianto. Meski demikian, Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno memastikan ketua umumnya tidak akan memberikan mandat Capres dari Gerindra ke sosok lain.

“Itu tidak akan terjadi, karena partai menugaskan Pak Prabowo, memberikan mandat sebagai Capres untuk selanjutnya mencari partai koalisi dan Cawapres,” tegasnya di kantor DPD Partai Gerindra Jatim, Jalan Gayungsari, Surabaya, Rabu (25/4).

Apalagi, papar Soepriyatno, logistik untuk Pilpres 2019 sudah siap. “Siap!” tegasnya. Berapa jumlah yang sudah disiapkan Prabowo? “Pokoknya Pak Prabowo untuk biaya Pilpres siap!” tandasnya.

• Baca: Gerindra: Romi ‘Kebesaran Baju’ untuk Dampingi Prabowo

Soepriyatno juga tak ambil pusing dengan elektabilitas Prabowo yang diposisikan jauh di bawah Jokowi. Pihaknya tetap optimistis bisa memenangi Pilpres 2019, karena dalam politik segala sesuatu bisa terjadi: Menang tidaknya Capres tergantung rakyat yang menggunakan hak pilih.

Dia mencontohkan saat Pilgub DKI Jakarta 2017, kala pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dikalahkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Rakyat yang datang ke TPS, jadi kita tidak bisa berandai-andai. Kemarin Anis-Sandi itu dikeroyok juga. Coba berapa partai yang mendukung kita. Semua partai ke sana (Ahok-Djarot), duitnya juga ada di sana semua, triliunan rupiah,” katanya.

• Baca: Lantik Laskar Merah Putih, 6 Mei Prabowo Turun ke Jatim

Tapi kalau Tuhan berkehendak lain, tambahnya, ada saja yang membuat mereka terpeleset. Mulai Ahok dengan Surat Al Maidah Ayat 51, lalu manuver politik “bangsat” yang dilontarkan Arteria Dahlan, dan sekarang Sukmawati Soekarnoputri yang puisinya dinilai mengandung unsur penistaan agama.

“Jadi enggak ada enggak mungkin kalau Tuhan sudah kun fayakun. Anis-Sandi itu jauh sekali surveinya dengan Ahok-Djarot. Duitnya juga (kalah) jauh sekali,” katanya, sembari menambahkan komunikasi politik jelang Pilpres 2019 masih sangat cair.