Lantik Laskar Merah Putih, 6 Mei Prabowo Turun ke Jatim

LASKAR MERAH PUTIH: Soepriyatno, Laskar Merah Putih didirikan untuk menguatkan kinerja Gerindra dalam kontestasi Pemilu 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
LASKAR MERAH PUTIH: Soepriyatno, Laskar Merah Putih didirikan untuk menguatkan kinerja Gerindra dalam kontestasi Pemilu 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Partai Gerindra kian kencang menguatkan mesin partai menyongsong Pemilu 2019. Ketua Umum Prabowo Subianto bahkan akan turun langsung ke Jatim untuk melantik 4.500 pasukan Laskar Merah Putih, 6 Mei mendatang.

“Nanti Pak Prabowo akan melantik 4.500 kader Laskar Merah Putih divisi Raden Wijaya yang akan turun di Pileg dan Pilpres 2019,” terang Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno di kantornya Jalan Gayungsari, Surabaya, Rabu (25/4).

Soepriyatno menuturkan, Laskar Merah Putih didirikan untuk menguatkan kinerja partai dalam kontestasi pesta demokrasi tahun depan.

• Baca: Gerindra: Romi ‘Kebesaran Baju’ untuk Dampingi Prabowo

Para kader dididik secara khusus oleh Partai Gerindra, terdiri dari beberapa tingkatan mulai peleton, kompi hingga resimen. Diperkirakan, kader yang hadir dalam pelantikan nanti mencapai 8500 orang.

Selain Prabowo, seluruh pengurus partai juga akan hadir. “Lewat Laskar Merah Putih ini diharapkan suara Partai Gerindra akan terdongkrak dan memenangkan Pileg maupun Pilpres 2019,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Soepriyatno juga menegaskan optimisme Gerindra bisa memenangkan Pilpres 2019 usai memberikan mandat Capres kepada Prabowo Subianto.

Gerindra yakin bisa memenangkan Pilpres, karena politik masih sangat cair dan banyak kemungkinan bisa terjadi. “Menang tidaknya Capres tergantung pada rakyat yang menggunakan hak pilih,” katanya.

• Baca: Gerindra Jatim: Sukmawati Tak Tahu Sejarah Bangsa Sendiri

Bahkan, tandas Soepriyatno, ada kemungkinan lain yang membuat petahana — kendati memiliki elektabilitas kuat — bisa lengser dan tergantikan.

Hal itu didasarkan saat Pilgub DKI Jakarta 2017, kala pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dikalahkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Siapapun bisa jadi presiden, bisa dilihat saat Pilgub Jakarta, kalau ada keplesetnya ya bisa jadi,” tegas Soepriyatno.