Libur Lebaran, Bus Suroboyo Bertarif Plastik Kian Diminati

BUS BERBAYAR SAMPAH PLASTIK: Keliling Kota Pahlawan dengan transportasi Bus Suroboyo, cukup membayar dengan sampah plastik. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
BUS BERBAYAR SAMPAH PLASTIK: Keliling Kota Pahlawan dengan transportasi Bus Suroboyo, cukup membayar dengan sampah plastik. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

Bus Suroboyo kian diminati warga saat libur lebaran. Apalagi cukup membayar dengan botol plastik, penumpang bisa keliling menikmati suasana Kota Pahlawan.

HIRUK-PIKUK di pintu keluar Terminal Purabaya, Rabu (20/6) siang, cukup ramai. Selain calon penumpang lalu-lalang untuk kembali pulang pasca mudik lebaran, kerumunan juga terlihat di tenda sebelah kiri.

Tampak tiga armada bus berwarna merah bertuliskan “Bus Suroboyo” berjajar. Sementara para driver dan staf berseragam warna biru dongker sibuk mengatur penumpang, terutama mereka yang sudah menukarkan puluhan sampah botol plastik.

Rupanya armada Bus Suroboyo yang diluncurkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini awal April lalu itu kian digemari warga kota. Utamanya sebagai wahana rekreasi di bidang transportasi.

• Baca: Seru Abis! Ngabuburit di Babat Barrage Lamongan

Apalagi calon penumpang tak perlu bingung soal uang, karena cukup membayar dengan sampah plastik sudah bisa berkeliling menikmati suasana Kota Pahlawan.

Kok sampah? Ya, cara ini dilakukan Pemkot Surabaya agar sampah tidak dibuang di sembarang tempat, karena dapat dioptimalisasi pemanfaatan dan pemilihan sampah.

Nah, warga yang akan naik Bus Suroboyo harus menyetor sampah botol plastik di bank sampah yang berada di tenda. Untuk botol ukuran 1,5 liter sebanyak tiga buah, 600 mililiter lima buah, dan ukuran gelas 10 buah yang diganjar satu buah stiker kecil berbentuk bulat warna merah.

• Baca: Perjuangan Ali, Pembudidaya sekaligus Penjual Buah Langka

“Satu stiker untuk satu penumpang dan satu kali perjalanan,” terang Anik Rachma, salah seorang petugas penukaran sampah.

Stiker tersebut ditempelkan di sebuah kartu. Setiap perjalanan masa berlaku stiker hanya sampai dua jam. Rutenya dari Terminal Purabaya hingga Jalan Rajawali, begitu sebaliknya.

Menurut Anik, tidak ada batas waktu tanggal berlakunya stiker tersebut. ”Enggak ada, tinggal naik saja,” ucapnya.

Transportasi Nyaman

SAMPAH BOTOL PLASTIK: Petugas menata sampah botol pastik dari penumpang Bus Suroboyo. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
SAMPAH BOTOL PLASTIK: Petugas menata sampah botol pastik dari penumpang Bus Suroboyo. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

Aturan tersebut cukup membuat senang para penumpang. Tari Yulaningsih, Warga Rungkut ini misalnya, rela menempuh jarak dari Rungkut menuju Terminal Purabaya hanya untuk berkeliling kota secara gratis.

Menurutnya, sarana transportasi tersebut dinilai cukup nyaman. Selain itu, Tari juga cukup lama ‘menabung’ sampah botol plastik hanya untuk naik Bus Suroboyo.

“Yah pokoknya saya harus coba. Sudah niat. Setiap hari suami saya suruh minum air mineral botolan. Selain sampahnya, kan juga sehat,” urainya sambil tersenyum.

• Baca: Kehabisan Ongkos Saat Pelesir ke Jatim? Ini Solusinya

Sedianya, penyediaan transportasi Bus Suroboyo lebih diutamakan sebagai alternatif menurunkan angka kecelakaan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad.

“Khusus untuk anak-anak sekolah, agar bisa memanfaatkan Bus Suroboyo untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari,” katanya.

Transportasi massal ini juga terintegrasi dengan sistem pengaturan lalu lintas jalan. Lampu lalu lintas secara otomatis akan berubah menjadi hijau jika bus ini melintas. Pusat kontrol berada di Terminal Bratang dan Joyoboyo.