Perjuangan Ali, Pembudidaya sekaligus Penjual Buah Langka

PENJUAL BUAH LANGKA: Muhammad Ali, penjual buah kinco. Buah yang sudah jarang ditemui hasil budidaya di kampung halamannya, Gresik. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
PENJUAL BUAH LANGKA: Muhammad Ali, penjual buah kinco. Buah yang sudah jarang ditemui hasil budidaya di kampung halamannya, Gresik. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

Buah kawista atau lebih dikenal dengan sebutan buah kinco, termasuk paling jarang ditemui. Bagi Muhammad Ali, menjadi perjuangan tersendiri bisa menjual buah tersebut menjelang Hari Raya Idul Fitri.

RUAS Jalan Walikota Mustajab menjadi lokasi favorit bagi Muhammad Ali. Pria 65 tahun itu bisa lesehan dengan menyandarkan tubuhnya di pagar, tak jauh dari Rumah Dinas Wali Kota Surabaya tersebut.

Lokasi kawasan tersebut memang rindang. Sehingga Ali — begitu dia biasa disapa — bisa memarkir sepeda anginnya dengan ronjotan bambu di bagian belakang berisi ratusan butir buah kinco.

Buah yang sudah sangat jarang ditemui ini dijualnya. Dia hanya menuliskan di selembar kain putih dengan tinta warna merah di bagian belakang ronjotan: Jual Buah Kinco.

• Baca: Seru Abis! Ngabuburit di Babat Barrage Lamongan

Setiap tiga butir dijualnya seharga Rp 10 ribu. Itu untuk ukuran sedang. Sedangkan ukuran sebesar dua kali genggaman tangan orang dewasa, dijualnya seharga Rp 5 ribu per butir.

“Buah ini sudah sangat jarang ditemui. Beruntung di daerah asal Saya masih saya budidayakan,” terang Ali kepada Barometerjatim.com, Selasa (12/6).

Ali membudidayakan buah kinco di tempat tinggalnya di kawasan Manyar, Gresik. Sudah hampir 30 tahun bapak empat anak itu membudidayakan, sekaligus berjuang dengan penuh peluh untuk menjualnya di Kota Pahlawan.

KELILING KOTA PAHLAWAN: Dengan sepeda angin sewaan, Muhammad Ali menjual buah kinco, berkeliling Kota Pahlawan. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
KELILING KOTA PAHLAWAN: Dengan sepeda angin sewaan, Muhammad Ali menjual buah kinco, berkeliling Kota Pahlawan. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

Setiap pagi, dia membawa dua sampai tiga keranjang berisi sekitar 200-300 butir buah kinco. Biasanya, Ali berangkat subuh dari Gresik. Dua sampai tiga keranjang dibawanya menumpang angkot. Sampai di Surabaya, buah dibawanya berkeliling dengan sepeda angin sewaan di kawasan Putat Jaya.

Diyakini Ali, buah Kinco banyak mengandung manfaat. Di antaranya menurunkan demam, memperlancar haid, serta mengurangi kolesterol dan asam urat. ”Banyak yang mencari kalau di Surabaya. Makanya Saya mangkal di sini,” ujar kakek delapan cucu tersebut.

• Baca: Kehabisan Ongkos Saat Pelesir ke Jatim? Ini Solusinya

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, bagi Ali menjadi perjuangan tersendiri bisa menjual buah kinco. Selain memberi manfaat dari buahnya, uang hasil berjualan bisa membuat dapur rumah tetap mengepul.

“Semoga memberi berkah dari perjuangan yang saya lakukan ini,” terang Ali yang mengaku selalu menjalankan puasa Ramadhan setiap tahun sambil berjualan buah kinco.