Legalitas Anggaran Pahlawan Cup Rawan Bermasalah

RAWAN BERMASALAH: Sujudoko Putro Dhewo, Turnamen Pahlawan Cup rawan bermasalah jika ada yang menuntut transparansi. | Foto: Ist
RAWAN BERMASALAH: Sujudoko Putro Dhewo, Turnamen Pahlawan Cup rawan bermasalah jika ada yang menuntut transparansi. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com – Turnamen Pahlawan Cup yang digelar Perserikatan Baseball Softball Indonesia (Perbasasi) Kota Surabaya resmi dimulai 9 November 2017 lalu.

Namun ada yang mengganjal terkait kejuaraaan yang konon digelar dadakan tersebut. Yakni kekuatan hukum penggunaan anggaran kegiatan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya.

“Pengurus Cabang (Pengcab) Perbasasi Surabaya belum mendapat legalitas dari Pengprov Perbasasi Jawa Timur. Ini aneh dan rawan bermasalah jika ada yang menuntut transparansi,” terang Ketua Bidang Organisasi dan Umum Perbasasi Jatim, Sujudoko Putro Dhewo saat dihubungi wartawan, Selasa (14/11).

Sesuai aturan AD/ART Perbasasi, roda organisasi baru bisa berjalan jika kepengurusan baru hasil Musyawarah Cabang (Muscab) mengantongi Surat keputusan (SK) atau pelantikan dari Pengprov.

• Baca: Gala Desa 2017, Mencari Bibit Atlet dari Pelosok Lamongan

“Faktanya, SK dari Pengprov Perbasasi Jawa Timur belum keluar sudah berani menggelar event. Di satu sisi, agenda rutin Surabaya seperti Piala walikota dan Piala KONI belum digelar,” tambah Sujudoko.

Sebagai pengurus yang membidangi organisasi, Sujudoko khawatir hal ini jadi preseden buruk di kemudian hari. Termasuk, persoalan hukum dengan pihak lain karena yang diterima merupakan alokasi dari APBD Surabaya.

“Kita sebenarnya sudah tanyakan ke Dispora Surabaya karena Pengcab Perbasasi Surabaya kan belum mendapat legalitas dari priovinsi. Jawaban Pak Afgan (M Afgan Kepala Dispora Surabaya, red) yang menggelar bukan Pengcab tetapi EO alias swasta. Ini kan lebih aneh lagi, kok uang negara diserahkan ke pihak swasta,” sebutnya.

Habiskan Rp 100 Juta

Sebenarnya, persoalan itu tidak menjadi perhatian Pengprov Perbasasi jika pengelolaan anggaran diberikan kepada KONI Surabaya, selaku organisasi pengayom cabang olahraga di Kota Pahlawan kalau legalitas Pengcab masih bermasalah. Namun, Sujudoko menegaskan kalau Ketua KONI Surabaya, Hoslih Abdullah mengaku tidak dilibatkan.

“Seperti ada sesuatu yang tidak transparan dalam penyaluran anggaran even yang jika dihitung-hitung minimal menghabiskan dana Rp 100 juta,” sebutnya.

Kendati tidak mau intervensi lebih jauh, Sujudoko berharap ada penjelasan resmi dari Dispora maupun Pengcab Perbasasi Surabaya terkait polemik ini. Sebab, selain Pahlawan Cup agenda sebelumnya Merdeka Cup kemungkinan besar juga tidak sesuai prosedur.

• Baca: ‘Gibol’ Sejati, Khofifah Berduka Atas Kepergian Kiper Persela

“Yang saya dengar, kejuaraan itu sosialisasinya dadakan. Pesertanya ya itu-itu saja. Saya beri waktu hingga akhir tahun ini (klarifikasi) agar roda organisasi di Surabaya kembali berjalan,” tutupnya.

Pengprov Perbasasi Jatim memang butuh soliditas dengan semua anggotanya. Kendati masih belum berbicara banyak di kancah nasional, masuknya baseball sebagai salah satu cabor di Asian Games 2019 menjadi momentum untuk menggenjot pembinaan di daerah khususnya Jatim.