‘Gibol’ Sejati, Khofifah Berduka Atas Kepergian Kiper Persela

ZIARAH: Khofifah Indar Parawansa saat ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Minggu (15/10). | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP
ZIARAH: Khofifah Indar Parawansa saat ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Minggu (15/10). | Foto: Barometerjatim.com/RADITYA DP

JOMBANG, Barometerjatim.com – Lahir di Surabaya, Khofifah Indar Parawansa dikenal sebagai ‘gibol’ (gila bola) sejati. Bahkan semasa duduk di bangku SMP, Menteri Sosial yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu fans berat Niac Mitra, klub anggota Galatama kala itu.

Selepas era Galatama, laiknya arek Suroboyo, Khofifah juga pendukung fanatik Persebaya. Dia juga penggemar Manchester United, salah satu klub raksasa Liga Primer Inggris. Bahkan sempat beberapa kali menyambangi Old Trafford, markas klub berjuluk The Red Devils tersebut.

Pantaslah, begitu mendengar kabar kiper senior Persela Lamongan, Choirul Huda meninggal, Khofifah tak bisa menyembunyikan kesedihannya dan turut berbelasungkawa.

• Baca: Khofifah: Urusan Pancasila Selesai Sejak Muktamar NU 1984

Inalillahi wainaillahi rojiun. Ini adalah duka bagi seluruh insan sepakbola Indonesia. Saya turut berduka cita, semoga khusnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” kata Khofifah di sela melakukan kunjungan kerja di Jombang, Minggu (22/10) malam.

Seperti diberitakan, kiper berusia 38 tersebut menghembuskan napas terakhirnya usai mengalamai cedera parah di dada kirinya saat Persela menjamu Semen Padang dalam laga Liga 1 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan.

Insiden terjadi menjelang akhir babak pertama. Saat hendak menghentikan laju bola, Choirul berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodriguez.

• Baca: Gala Desa 2017, Mencari Bibit Atlet dari Pelosok Lamongan

Nahas, usai kejadian tersebut Choirul langsung tak sadarkan diri hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Soegiri, Lamongan. Setelah mendapatkan penanganan, dokter di rumah sakit tersebut menyatakan Choirul meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIB.

Kepergian Choirul meninggalkan duka mendalam bagi insan sepakbola tanah air, khususnya fans Persela. Terlebih, almarhum dianggap sebagai legenda Persela karena sepanjang karirnya hanya membela klub bola berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.