Gala Desa 2017, Mencari Bibit Atlet dari Pelosok Lamongan

GALA DESA 2017: Bupati Lamongan, Fadeli (dua dari kiri) saat membuka ajang Gala Desa 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan, Rabu (28/9). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Ajang Gala Desa 2017, salah satu Program Ayo Olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang diselenggarakan secara bergulir, saat ini digelar di Kabupaten Lamongan.

Kick-off Gala Desa 2017 di Kabupaten Lamongan dibuka langsung oleh Bupati Lamongan, Fadeli didampingi Deputi II Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Jhoni Mahrizal di Stadion Surajaya, Rabu (28/9).

Margono, panitia pelaksana Gala Desa 2017 Kabupaten Lamongan, menyatakan ajang ini diikuti 60 desa dan 750 atlet mulai dari usia 12 hingga 18 tahun. Mereka akan mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni bola voli, sepak takraw, tenis meja, bulutangkis, sepakbola dan atletik.

• Baca: Anggota KTL Ini Mundur Demi Tenaga Ahli Pendamping Desa

“Ada 60 desa dan semua atlet berasal dari desa. Cuma tidak semua desa mengikuti mungkin karena tidak ada atletnya,” tutur Margono yang juga Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lamongan.

Margono menambahkan, ajang Gala Desa 2017 ini digulirkan di 136 kabupaten/kota di Indonesia. Istimewanya, Kabupaten Lamongan menjadi penyelenggara Gala Desa 2017 pertama di antara kabupaten/kota di Jawa Timur.

Banyak Potensi

Sementara Bupati Fadeli mengatakan, Gala Desa 2017 sangat membantu daerah untuk memunculkan atlet unggul berprestasi dari desa, khususnya di Lamongan yang selama ini terpendam dapat muncul di tingkat nasional maupun internasional.

“Lamongan memiliki banyak potensi, termasuk para atlet dan olahragawan yang berprestasi. Kegiatan Gala Desa ini kegiatan yang tepat sasaran mencari bibit unggul dari level bawah,” kata Fadeli usai membuka Gala Desa 2017.

Selain mencari bibit unggul atlet berprestasi, Fadeli menjelaskan dengan kegiatan olahraga dapat menghindarkan pengaruh negatif terhadap para generasi muda. Seperti halnya pengaruh narkoba, gadget, pergaulan bebas serta kenakalan remaja.

• Baca: Kasus Dana BOS, Akhirnya Sun’ah Ditahan Kejari Lamongan

Sementara Deputi II Kemenpora, Jonni Mahrizal menjelaskan program ini memang sengaja digulirkan untuk bisa memotivasi masyarakat terutama yang berusia muda menjadi olahragawan.

“Gala Desa dapat membantu negara untuk menghasilkan bibit-bibit atlet yang bisa menjadi atlet profesional kelak,” ujarnya.

Selain itu, Gala Desa 2017 juga menunjukkan negara hadir di tengah masyarakat melalui program Ayo Olahraga. “Gala Desa ini juga rangkaian dari kegiatan Ayo Olahraga dan ada Gowes Nusantara yang dicanangkan Kemenpora Imam Nahrawi,’’ pungkasnya.