Lanjut! Kematian dr Bagoes Tak Hentikan Kasus P2SEM

Dokter Bagus Soetjipto | Ilustrasi: Barometerjatim.com/dok
Dokter Bagus Soetjipto | Ilustrasi: Barometerjatim.com/dok

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kematian saksi kunci, dokter Bagoes Soetjipto Soelyoadikoesoemo tak menghentikan kasus Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM). Kejati Jatim memastikan penyidikan korupsi lebih dari Rp 200 miliar itu berlanjut.

Hal itu dikatakan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (25/12).

Kendati berdampak, Didik memastikan kematian dr Bagoes tidak menghentikan upaya pihaknya mengungkap peran serta siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Penyidikan masih jalan. Dampak meninggalnya dr Bagoes, minimal saksi tidak bisa hadir di persidangan apabila penyidikan kasus ini dinyatakan sudah lengkap (p-21) dan naik ke meja hijau nantinya,” ujar mantan kepala Kejari Surabaya itu.

Sebelumnya, lanjut Didik, Kejati Jatim juga sudah mengantisipasi hal-hal tak terduga, seperti yang terjadi saat ini — meninggalnya saksi kunci. “Sejak awal kita terus berupaya mencari alat bukti lain, tidak hanya mengandalkan keterangan dr Bagoes,” ujarnya.

“Salah satunya upaya mencari alat bukti lain adalah meminta hasil audit dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini.”

Didik mengakui hasil audit dari PPATK sudah berada di mejanya. “Hasil PPATK sudah turun. Tapi kita butuh waktu untuk mempelajari hasil audit tersebut,” terangnya.

Selain itu, setelah berhasil ditangkap dari pelariannya beberapa bulan lalu, dr Bagoes juga sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh jaksa terkait pengembangan penyidikan kasus ini.

Ditanya apa saja yang diungkap dr Bagoes dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) jaksa, Didik enggan menjelaskan secara detail. “Ada lah! Intinya kesaksian dr Bagoes mengarah ke arah itu (peran serta pihak lain),” katanya.

Sebelumnya, dr Bagoes ditemukan meninggal dunia oleh penjaga di kamar selnya di Lapas Porong, Sidoarjo, Kamis (20/12) sekitar pukul 06.15 WIB.

Polisi menyebut, hasil visum menyatakan kematian dr Bagoes karena sakit jantung. Hal ini juga diperkuat dengan ditemukannya obat-obatan jantung, di dalam kamar selnya. Namun kematiannya tetap menyisakan tanda tanya, karena pihak keluarga menolak janazah dr Bagoes diautopsi.

» Baca Berita Terkait P2SEM, Kejati Jatim, Korupsi