Kiai Penasihat JKSN: Jokowi Shalatnya Baik

JOKOWI SHALATNYA BAIK: KH Asep Saifuddin Chalim, JKSN dukung Jokowi-Kiai Ma'ruf karena ideologis dan idealis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
JOKOWI SHALATNYA BAIK: KH Asep Saifuddin Chalim, JKSN dukung Jokowi-Kiai Ma’ruf karena ideologis dan idealis. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ada dua alasan yang membuat Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) mendukung Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019, yakni alasan ideologis dan idealis.

“Karena kami ini kiai santri. Pertama, tentu tolok ukurnya kiai, bahwa Pak Jokowi ini baik. Saya melihat beliau ini shalatnya baik,” kata Penasihat JKSN, KH Asep Saifuddin Chalim saat acara dukungan JKSN untuk Jokowi-Kiai Ma’ruf di Surabaya, Jumat (21/9).

Terkait shalat Jokowi yang dinilai baik, menurut Kiai Asep, hal itu dilihatnya sendiri saat umrah ketika mantan gubernur DKI Jakarta tersebut hendak maju di Pilpres 2014.

• Baca: ‘Kado’ 44 Juta Suara dari Khofifah-Kiai Asep untuk Jokowi

“Sebelum tawaf umroh, beliau shalat isya terlebih dahulu diimami (almarhum) KH Hasyim Muzadi. Saya lihat, dan saya tercengang ketika melihat cara shalat beliau itu baik sekali,” katanya.

Kiai Asep mencontohkan ketika sujud, jari-jari kedua telapak kaki Jokowi menghadap kiblat. “Kemudian pada duduk di antara dua sujud, beliau menggunakan duduk iftirasy. Ini tidak mungkin bisa kalau tidak terbiasa,” katanya.

“Saya perhatikan lagi ketika duduk menjelang salam, itu duduknya tawarruk. Ini luar biasa. Sekian waktu saya perhatian, baik sekali shalatnya,” tambah Kiai Asep sambil menyitir hadits kalau shalat seseorang baik, maka amalan yang lain juga baik.

• Baca: Kiai Asep: Calon yang Didukung NU Struktural Sering Kalah!

“Ini jelas, bahwa argumentasi kita adalah argumentasi idologis. Yakni beliau orangnya baik dalam setiap langkah-langkahnya, bisa dilihat dari shalatnya yang baik dan dikukuhkan oleh hadits,” paparnya.

Dasar kedua, yakni alasan idealis karena Jokowi cinta NKRI. Banyak hal yang dicontohkan Kiai Asep, salah satunya terkait kepemilikan tambang Freeport. “Pak Jokowi tidak mau menandatangani kalau tidak 51 persen,” katanya.

“Karena Indonesia sebagai pemiliknya,  jangan kalah sahamnya oleh pengelola. Ini luar bisa beliau, tidak ingin kantongnya kemasukan persen-persen yang tak jelas. Ini bukti keberpihakan dan kecintaan Pak Jokowi pada tanah airnya.”

• Baca: Menangkan Jokowi-Ma’ruf, Khofifah Gerakkan ‘Mesin’ JKSN

Sedangkan untuk Kiai Ma’ruf, pengasuh Ponpes Amantul Ummah Pacet dan Surabaya itu melihatnya sebagai orang yang faqih, sangat ahli dalam bidang agama. Menurutnya, kafaqihan akan membawa orang tersebut selalu berada dalam kebaikan.

“Betapapun, bisa saja nama orang melakukan hal kurang baik, tetapi dia akan segera kembali pada langkah yang baik,” katanya.

Karena itu, JKSN akan berusaha keras untuk ‘menyapu bersih’ suara warga NU (Nahdliyin) agar tidak ada yang tertinggal untuk memilih Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. “Insyaallah NU akan tersapu bersih, semua berada di Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf,” tekadnya.

• Baca Berita Terkait JKSN, Pilpres 2019