Kiai Ma’ruf Mundur dari Rais Aam Setelah Resmi Cawapres

SAFARI KE LIRBOYO: Kiai Ma'ruf Amin mengawali safari pesantren dengan bersilaturahim ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Senin (3/9) siang. | Foto: Barometerjatim.com/ENEF MADURY
SAFARI KE LIRBOYO: Kiai Ma’ruf Amin mengawali safari pesantren dengan bersilaturahim ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Senin (3/9) siang. | Foto: Barometerjatim.com/ENEF MADURY

KEDIRI, Barometerjatim.com – Terjawab! KH Ma’ruf Amin memastikan mundur dari jabatan rais aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon wakil presiden (Cawapres).

“Kalau sudah ditetapkan sebagai calon wakil presiden, saya akan mundur dari rais aam,” tegas Kiai Ma’ruf di hadapan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri, Senin (3/9) siang.

Lirboyo menjadi Ponpes pertama yang dikunjungi Kiai Ma’ruf dalam roadshow-nya ke sejumlah pesantren di Jatim selama dua hari. Selain silaturahim, ketua umum (nonaktif) Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu juga sosialisasi pencalonannya sebagai Cawapres mendampingi Capres Jokowi.

• Baca: Ditemani Cak Imin, Kiai Ma’ruf Roadshow ke Pesantren Jatim

“Saya safari pesantren ke Kiai Anwar Manshur selaku rais syuriyah PWNU (Jatim) dan Kiai Anwar Iskandar selaku wakil rais syuriah NU, akan maju sebagai calon wakil presiden,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menuturkan, pamitan Kiai Ma’ruf ini adalah etika dan kewajiban dari seorang rais aam PBNU.

“Memang etika dan kewajiban daripada rais aam, pemangku pimpinan tertinggi NU, mundur dari posisi rais aam dan menyampaikan itu kepada para kiai di Lirboyo, Ploso dan di Jombang,” paparnya.

• Baca: Politikus Nasdem: Kiai Ma’ruf Seolah Hanya Didukung PKB

Sesuai agenda, dari Lirboyo Kiai Ma’ruf dan rombongan melanjutkan safari ke Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri. Di tempat ini akan bersilaturahim dengan para pengasuh Ponpes, yakni KH Zainuddin Djazuli, KH Nurul Huda Djazuli dan KH Fuad Mun’im Djazuli.

Dari Ploso, safari berlanjut ke empat Ponpes ternama di Jombang, yakni Tebuireng, Tambakberas, Denanyar dan Rejoso. Malam harinya menggelar pertemuan dengan pengurus PWNU Jatim.