Kelola Akper Lamongan, Unair Harap Pemkab Tetap Komitmen

PENYERAHAN: Bupati Fadeli (kiri) menyerahkan pengelolaan Akper Lamongan kepada Rektor Unair, Prof Nasih di Pendopo Lokatantra, Lamongan, Selasa (25/9). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
PENYERAHAN: Bupati Fadeli (kiri) menyerahkan pengelolaan Akper Lamongan kepada Rektor Unair, Prof Nasih di Pendopo Lokatantra, Selasa (25/9). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Akademi Keperawatan (Akper) Lamongan bakal memiliki standar kompetensi yang sama dengan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Ini karena pengelolaannya kini di bawah universitas negeri ternama tersebut.

Penyerahan pengelolaan dilakukan Bupati Lamongan, Fadeli kepada Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih di Pendopo Lokatantra, Selasa (25/9).

Sebelumnya, Akper Lamongan berada di bawah pengelolaan Pemkab Lamongan. Namun Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Pemda) mengamanatkan pengelolaan perguruan tinggi menjadi wewenang pemerintah pusat.

• Baca: Khofifah: Unair Penuhi Kualifikasi Jadi Lokomotif Industry 4.0

Sedangkan Pemkab/Pemkot diberi kewenangan mengelola SD/SMP dan pengelolaan SMA/SMK menjadi wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov). Sementara pengelolaan Akper Lamongan oleh pemerintah pusat dipercayakan ke Unair.

Dengan menjadi lembaga pendidikan di bawah pengelolaan Unair, Akper Lamongan bakal memiliki standar kompetensi yang sama. Mulai standarisasi kurikulum, manajemen hingga dosen.

Harapan soal kualitas yang sama dengan Unair juga disampaikan Nasih. Bahkan dia telah memberi tugas khusus kepada Wakil Rektor I Unair agar menjamin kualitas Akper Lamongan.

• Baca: Catat! Ini 79 Dusun dan 58 Desa di Lamongan yang Kekeringan

Di sisi lain, meski sudah dialihkan, Nasih berharap tetap ada komitmen dari Pemkab. Di antaranya menjadikan RSUD dr Soegiri sebagai laboratorium untuk calon perawat dari Akper, sekaligus laboratorium satelit bagi mahasiswa perawat program S1 Unair.

Sementara Fadeli menitipkan harapan pula kepada Unair. “Padahal saya memiliki cita-cita yang belum tercapai, mendirikan perguruan tinggi negeri di Lamongan,“ ujarnya.

• Baca: Aksi di Hari Tani, Petani di Lamongan Tuntut Kesejahteraan

Menurutnya, penyerahan itu sebagai momen yang tepat untuk melanjutkan cita-cita tersebut. Dengan harapan, perguruan tinggi negeri bisa berdiri di Lamongan dari ‘rahim’ Unair.

“Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak, karena proses peralihan ini berjalan lancar. Sehingga anak-anak kami di Akper Lamongan tidak terganggu pendidikannya,“ katanya.