Aksi di Hari Tani, Petani di Lamongan Tuntut Kesejahteraan

AKSI DI HARI TANI: Perwakilan kelompok tani menggelar aksi damai dengan mendatangi kantor DPRD Lamongan, Senin (24/9). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
AKSI DI HARI TANI: Perwakilan kelompok tani menggelar aksi damai dengan mendatangi kantor Pemkab dan DPRD Lamongan, Senin (24/9). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Memperingati Hari Tani Nasional (HTN) 2018, ratusan petani perwakilan kelompok tani dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan turun ke jalan, Senin (24/9).

Mereka menggelar aksi damai di depan kantor Pemkab Lamongan, menuntut kesejahteraan dan penerbitan Perda perlindungan petani. Aksi ini dilakukan usai para petani menggelar apel bersama memperingati HTN 2018 di Alun-Alun Lamongan.

Puas berorasi di depan kantor Pemkab, massa kemudian melakukan long march ke kantor DPRD Lamongan untuk melakukan tuntutan serupa. Perwakilan aksi kemudian diterima Wakil Ketua DPRD Lamongan, Sa’im.

• Baca: Catat! Ini 79 Dusun dan 58 Desa di Lamongan yang Kekeringan

Menurut Koordinator Aksi, Muthi’ul Mubin, selama ini petani hanya dipandang sebagai mesin produksi lumbung pangan oleh pemerintah daerah. Namun urusan kesejahteraannya justru tidak diperhatikan.

“Pemerintah bisanya mengklaim keberhasilan petani menjadikan lumbung pangan nasional. Padahal yang bekerja petani, tapi nasib dan kesejahteraannya tidak meningkat,” kata Mubin dalam orasinya.

Selain itu, kondisi lahan pertanian setiap tahun di Lamongan semakin berkurang, beralih menjadi lahan industri akibat masuknya industri tanpa adanya proteksi lahan pertanian.

• Baca: Lamongan Kekeringan! 79 Dusun dan 58 Desa Butuh Air Bersih

Begitu pula dengan kawasan rawa-rawa, embung desa yang semula berfungsi sebagai penampungan air juga banyak yang beralih menjadi lahan industri.

“Pemerintah harus memproteksi para petani, mulai dari lahan pertanian dan kesejahteraan petani dengan Perda untuk melindungi petani,” tutur Mubin, yang menjabat koordinator Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Lamongan.

Pemberian Intensif

TAMPUNG ASPIRASI PETANI: Wakil Ketua DPRD Lamongan, Sa'im saat menerima perwakilan kelompok tan, Senin (24/9). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
TAMPUNG ASPIRASI PETANI: Wakil Ketua DPRD Lamongan, Sa’im saat menerima perwakilan kelompok tan, Senin (24/9). | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

Sementara Wakil Ketua DPRD Lamongan, Sa’im yang menemui perwakilan petani mengatakan, pihaknya selaku legislatif sudah melakukan apa yang diharapkan para petani di Lamongan terkait lahan pertanian maupun petani.

“Saat ini sedang dirancang Perda terkait perlindungan lahan pertanian yang ada di Lamongan. Karena dengan masuknya industrialisasi, beberapa lahan pertanian beralih fungsi,” terang Sa’im.

• Baca: Program 1821 Tersendat, Lamongan Bikin “Desaku Pintar”

Terkait tuntuntan pemberian insentif kepada para petani, kata Sa’im, pihaknya masih memikirkan bagaimana komposisinya. Jika ada anggaran tentu, katanya, akan dialokasikan kepada petani.