Kekeringan di Jatim, Klaim AUTP Capai 148 Ribu Hektare

KLAIM AUTP: Hadi Sulistyo, realisasi AUTP di Jatim selama Januari-September 2018 mencapai 148.927 hektare akibat kemarau panjang. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
KLAIM AUTP: Hadi Sulistyo, realisasi AUTP di Jatim selama Januari-September 2018 mencapai 148.927 hektare akibat kemarau panjang. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kemarau panjang membuat realisasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Jatim, selama Januari hingga September 2018, mencapai 148.927 hektare (Ha). Jumlah ini mendekati target realisasi sebesar 200.000 Ha.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Lamongan dan Tuban menjadi daerah yang paling besar menerima realisasi ansuransi. Realisasi AUTP di Lamongan mencapai 65.765 Ha, sedangkan Tuban mencapai 27.956 Ha.

“Daerah yang jumlah realisasinya besar berarti mengalami gagal panen paling banyak,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Hadi Sulistyo, Rabu (3/10).

• Baca: Lamongan Kekeringan! 79 Dusun dan 58 Desa Butuh Air Bersih

Meski demikian, ada beberapa daerah yang tidak mengajukan klaim AUTP. Hadi menjelaskan, jika kabupaten/kota belum mengajukan klaim berarti masalah kekeringan di daerahnya masih bisa ditangani oleh Pemkab/Pemkot. Dari situ, juga menjadi indikasi bahwa kekeringan yang terjadi tidaklah parah.

“Tapi sebenarnya untuk penggantinya (jika ada yang mengajukan klaim) kita sudah siapkan, yaitu benihnya,” lanjut Hadi.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim mencatat, jumlah kerusakan lahan pertanian akibat musim kemarau 2018 sebanyak 37.331 Ha.

• Baca: 23 Kabupaten di Jatim Dilanda Kekeringan, Ini Solusi Khofifah

Hal ini terbagi dalam tiga kategori. Yakni kategori rusak ringan, sebanyak 10.619 Ha. Lalu rusak sedang 10.992 Ha, rusak berat 5.986 Ha serta puso 9.807 Ha.

“Lamongan daerah yang paling banyak mengalami kerusakan lahan pertanian, sebanyak 15.672 Ha,” terangnya.

• Baca: Jatim ‘Bergelut’ dengan Kekeringan, Sampang Terparah

Secara keseluruhan, tambah Hadi, total jumlah kerusakan sebanyak 0,73 persen dari jumlah luasan lahan panen padi. Sehingga tidak sampai mengganggu produksi padi di Jatim.

Sedangakn untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi setiap tahun, Hadi mengatakan saat ini dirinya sedang berkoordinasi dengan Dinas PU Pengairan Jatim terkait pembangunan embung di titik-titik rawan kekeringan.