Kampanye Damai, Sst..! Gus Ipul Lihat Catatan Sebelum Pidato

LIHAT CATATAN: Wagub Saifullah Yusuf melihat catatan sebelum giliran berpidatodalam deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Jatim di Surabaya, Minggu (18/2). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
LIHAT CATATAN: Cagub Saifullah Yusuf melihat catatan sebelum giliran berpidato dalam deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Jatim di Surabaya, Minggu (18/2). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Sejenak, hampir semua pandangan hadirin di arena deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Jatim di halaman parkir Giant Maspion Square, Surabaya, Minggu (18/2), tertuju ke Cawagub Jatim nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak yang sedang menyampaikan pidato politik.

Namun ada pemandangan menarik menjelang Emil mengakhiri pidatonya. Apa itu? Ssst..!! Diam-diam Cagub Jatim nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengeluarkan secarik kertas yang terlihat berisi catatan dari sakunya.

Entah catatan apa yang tertera di kertas tersebut, namun beberapa kali Saifullah melihatnya dengan ekspresi serius sebelum giliran tampil berpidato.

• Baca: Ribuan Pendukung Khofifah-Emil ‘Selimuti’ Massa Gus Ipul-Puti

Saifullah baru memasukkan kembali kertas ke sakunya setelah pasangan Khofifah-Emil mengakhiri pidatonya. Saat hendak ditanya terkait catatan tersebut, Saifullah buru-buru dikawal untuk meninggalkan lokasi.

Dalam pidato politiknya, Saifullah menyampaikan dirinya bersama Cawagub Puti Guntur Soekarno berkomitmen menjunjung tinggi pelaksanaan kampanye damai. Hal ini sudah tercermin dengan sikap gotong royong yang terus dibangun dalam proses pemilihan saat ini.

Kampanye damai, lanjutnya, juga didukung empat partai pengusungnya yakni PKB, PDIP, PKS dan Gerindra. “Empat partai telah dilebur menjadi satu untuk mengusung kami berdua (Saifullah-Puti). Itulah yang menjadikan kami bersemangat dalam Pilgub ini, mereka ingin pelaksanaan kampanye berjalan damai,” ujarnya.

• Baca: Khofifah-Emil Tepat Waktu, Gus Ipul-Puti Terlambat 1,5 Jam

Sementara Khofifah, dalam pidato politiknya menegaskan, kampanye damai merupakan harga mati dan dia mengajak untuk besama-sama menahan diri dari godaan isu kampanye negatif dan hitam.

“Pilgub Jatim harus berjalan aman dan damai, agar kontestasi politik ini bisa dinikmati seluruh masyarakat,” katanya.

Mantan Menteri Sosial itu menegaskan, dirinya bersama Emil menjalankan tahapan kampanye sesuai dengan asas dan peraturan yang berlaku. Bagi keduanya, selain kemenangan, Pilkada mengandung maksud memberikan pendidikan politik dan demokrasi bagi rakyat.

• Baca: Piawai Berpantun, Khofifah Lebih Jawa Timur Ketimbang Puti

“Sebelum deklarasi ini dilakukan, kami dan seluruh tim bertekad untuk tidak menggunakan cara-cara kotor dan bertentangan dengan aturan selama Pilgub. Pilgub yang aman, damai, tenteram adalah tanggung jawab bersama seluruh warga Jatim,” tandasnya.

Emil menambahkan, cara-cara kotor yang digunakan dalam Pilkada hanya akan merusak esensi demokrasi. Menurutnya, tidak mungkin kedaulatan rakyat terwujud jika proses demokrasi diwarnai politik uang, sentimen SARA, kampanye hitam maupun ujaran kebencian (hate speech).

“Saya dan Ibu Khofifah akan mengawal proses demokrasi lima tahunan ini agar tetap berjalan sesuai yang diharapkan rakyat,” tuturnya.