Piawai Berpantun, Khofifah Lebih Jawa Timur Ketimbang Puti

PANTUN VS PUISI : Paslon Khofifah-Emil (kiri) dan Saifullah-Puti saat menyampaikan pidato politik usai pengambilan nomor urut. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PANTUN VS PUISI : Paslon Khofifah-Emil (kiri) dan Saifullah-Puti saat menyampaikan pidato politik usai pengambilan nomor urut. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Khofifah Indar Parawansa — selain kader Nahdlatul Ulama (NU) tulen — benar-benar arek Jawa Timur. Mantan Menteri Sosial itu membuktikan ke-Jawa Timur-annya dengan membawakan dua pantun dan shalawatan untuk mewarnai pidato politiknya usai pengambilan nomor urut yang digelar KPU Jatim di Hotel Mercure, Surabaya, Selasa (13/2).

Kota Malang, Kota Batu
Katanya Indah untuk Wisata
Alhamdulillah dapat Nomor 1
Khofifah-Emil untuk Jatim Sejahtera

Mlaku-mlaku nang Darmokali
Ketemu Muslimat NU Diajak Ngaji
Ojo Lali 27 Juni
Khofifah-Emil Sing Nomer Siji

Shalatullah Salamullah
‘Alaa Thoha Rasulillah
Shalatullah Salamullah
‘Alaa Yasiin Habibillah

PERCEPATAN KESEJAHTERAAN: Paslon Khofifah-Emil menyampaikan pidato politik usai pengambilan nomor urut. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PERCEPATAN KESEJAHTERAAN: Paslon Khofifah-Emil menyampaikan pidato politik usai pengambilan nomor urut. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Tak hanya singa podium dan piawai berpantun, Khofifah juga pribadi yang berjiwa besar. Hal itu dibuktikan saat mengawali pidato politiknya dengan memberi penghormatan kepada calon lawannya di Pilgub Jatim 2018, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

“Yang terhormat Gus Ipul, yang terhormat Mbak Puti dan seluruh partai pengusung serta relawan pasangan calon nomor urut 2,” katanya.

• Baca: Khofifah-Emil Diantar Kiai, Gus Ipul-Puti Didampingi Politisi

Khofifah juga menyamaikan terima kasih kepada jajaran KPU dan Bawaslu Jatim atas seluruh proses Pilgub Jatim 2018 yang dilakukan secara baik. “Mudah-mudahan ini akan menjadi bagian dari tekad kuat KPU dan Bawaslu Jatim, bahwa Pilkada Jatim berjalan guyub rukun,” katanya.

“Tentu ini akan terwujud jika kita semua bergandengan tangan. Membangun demokrasi yang berkualitas dalam memilih pemimpin Jatim yang akan memberikan percepatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Puisi Bung Karno

Sebaliknya, Puti lebih memilih menggugah pendukungnya dengan kebesaran Bung Karno lewat pembacaan puisi yang pernah dibacakan presiden pertama RI tersebut di buku “Sarinah”.

Sarinah adalah perempuan pengasuh Bung Karno saat kecil. Lewat buku yang ditulisnya itu, sang proklamator itu menegaskan kalau Sarinah sebagai ikon peran penting perempuan.

“Izinkan saya menyampaikan satu puisi yang pernah dibacakan Bung Karno di dalam buku Sarinah-nya, yang mencerminkan persamaan antara perempuan dan laki-laki,” katanya, sembari mengubah isi puisi.

PERUBAHAN BERKELANJUTAN: Paslon Saifullah-Puti menyampaikan pidato politik usai pengambilan nomor urut. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PERUBAHAN BERKELANJUTAN: Paslon Saifullah-Puti menyampaikan pidato politik usai pengambilan nomor urut. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

Kami berdua bagai kepak sayap burung Garuda
Yang kanan dan yang kiri
Ketika kami berdua mengepakkan dengan kuatnya
Maka kami bisa terbang setinggi-tingginya
Menukik, menyentuh rakyat Jawa Timur
Sayap kami berdua, akan mengayomi rakyat Jawa Timur
Sehingga kemenangan kami berdua, kami yakinkan adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Jawa Timur
Maka itu, kabeh sedulur kabeh makmur

• Baca: Tim Khofifah-Emil Lebih Sigap, Tim Gus Ipul-Puti Tak Tanggap

Sedangkan Gus Ipul tampil tak seperti biasanya. Kali ini tak ada bumbu joke maupun pantun dalam pidatonya. Wakil Gubernur Jatim yang sedang cuti itu lebih menekankan meminta doa restu untuk pencalonannya bersama Puti.

“Melalui kesempatan ini, saya ingin memohon doa restu agar saya dan Mbak Puti pada akhirnya nanti kalau toh terpilih, benar-benar bisa mengusung tema kabeh sedulur kabeh makmur melalui jalan perubahan berkelanjutan,” katanya.