Kadistan Jatim: Pupuk Belum Dipakai kok Bilang Langka!

TEPIS KELANGKAAN: Hadi Sulistyo, tak ada kelangkaan pupuk, masih proses pendistribusian. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TEPIS KELANGKAAN: Hadi Sulistyo, tak ada kelangkaan pupuk, masih proses pendistribusian. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadistan) Jatim, Hadi Sulistyo memastikan tak ada kelangkaan pupuk di Jatim seperti ramai dberitakan belakangan ini.

“Tidak ada yang namanya langka, wong pupuk itu masih proses pendistribusian kok dibilang langka,” katanya di Surabaya, Sabtu (22/2/2020).

Hal itu, lanjut Hadi, juga disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat kunjungan kerja (Kunker) ke Pasuruan beberapa waktu lalu. “Enggak ada namanya langka,” tandasnya.

Memang, kata Hadi, dari 4,9 juta ton yang diusulkan Jatim, baru teralokasi 1,3 juta ton. Ini karena Kementan menghitung kebutuhan pupuk berdasarkan luas baku lahan sawah.

“Sedangkan luas baku lahan kita 2,2 juta hektare itu termasuk sawah dan nonsawah, yang sawah hanya 1,2 juta hektare. Nanti kekurangannya yang nonsawah itu menunggu relokasi Maret,” jelasnya.

Maret, menurut Hadi, Kementan akan melakukan evaluasi terhadap provinsi yang tidak optimal menggunakan pupuk, dan akan dialokasikan ke provinsi yang membutuhkan seperti Jatim.

“Setelah pusat mengalokasikan ke Jatim, saya selaku kepala dinas provinsi merelokasi kabupaten-kabupaten juga, gitu lho,” ujarnya.

Saat ini, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan) bahkan sudah berkirim surat ke Jatim untuk segera mengusulkan lagi melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK).

“Jadi bukan langka sebenarnya, masih ada. Ya mohon maaf, mungkin pihak-pihak yang punya kepentingan yang bilang langka. Wong petani enggak resah kok,” ujarnya.

“Posisi pupuk masih pendistribusian, masih berjalan. Wong durung digawe kok ngomong langka (belum dipakai kok bilang langka),” imbuh Hadi.

» Baca Berita Terkait Dinas Pertanian Jatim