Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Jadi Model Dadakan di Kick Off 1 Abad NU, Eri Cahyadi: Saya Bangga Kenakan Baju Desainer NU

Berita Terkait

SERASI BANGET: Eri Cahyadi bersama istrinya, Rini Indriyani tampil serasi di Tupal Fashion Night. | Foto: IST
SERASI BANGET: Eri Cahyadi bersama istrinya, Rini Indriyani tampil serasi di Tupal Fashion Night. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Peragaan buasana “Tupal Fashion Night” cukup menyita perhatian dalam peringatan Kick Off 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar PWNU Jatim di Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis malam (29/7/2022).

Selain para model profesional, mereka yang tampil di catwalk yakni para Gus dan Ning — putra-putri kiai pengasuh pondok pesantren (Ponpes). Menjadi model dadakan bersama sejumlah pejabat daerah.

Tak hanya itu, busana yang dipakai merupakan karya desainer muda NU dari Pondok Pesantren (Ponpes) Syaichona Moh Cholil Bangkalan Madura, yakni Ficky Aisya (istri RKH Mohammad Nasih Aschal alias Ra Nasih) dan Listya Ayu Qudus.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjadi salah satu kepala daerah yang malam itu tampil sebagai model dadakan. Didampingi istrinya, Rini Indriyani, pasangan ini tampil serasi.

Kemunculan keduanya pun mendapat sambutan paling meriah dan aplaus panjang dari hadirin. “Wah, serasi banget!” komentar salah seorang penonton. “Muda, tampan, enerjik, dan cerdas,” kata pembawa acara.

Eri sendiri mengaku benar-benar tampil dadakan, bahkan baru mengenakan busana yang diperagakan saat diminta Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

“Awalnya saya menggunakan baju putih, tetapi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta untuk mengenakan busana ini karena dibuat oleh desainer NU,” kata Eri.

“Saya merasa bangga ketika mengenakan baju dari desainer keluarga besar NU. Baju ini ada filosofinya, karena busana sangat menunjang penampilan saya,” kata sambungnya.

Surabaya Tak Lepas dari NU

Sementara itu dalam sambutannya, Eri menuturkan bahwa Surabaya tidak bisa lepas dari para santri dan NU. Sebab, kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pertama berlokasi di Surabaya — saat ini dijadikan kantor PCNU Surabaya di Jalan Bubutan Gang VI No 1.

“Perjuangan Surabaya tidak akan bisa peristiwa heroik pada 10 November, yang menewaskan Jendral Mallaby kalau tidak ada Resolusi Jihad kata KH Hasyim Asy’ari,” ujarnya.

Karena itu, Eri menegaskan, setiap darah yang tertumpah di Surabaya merupakan darah dan api semangat dari para pejuang yang telah mempertahankan kemerdekaan RI.

“Bung Karno dilahirkan di Surabaya, Resolusi Jihad dilakukan di Surabaya. Maka, Surabaya dengan NU tidak bisa dipisahkan,” tegas Eri.

Dia berharap, Surabaya bisa terus bergerak membangun peradaban dan memberikan yang terbaik bagi NU. “Semoga dengan Kick Off 1 Abad NU, maka seluruh Kota Surabaya bisa terus digaungkan Ahlussunnah wal Jamaah,” tuntasnya.

» Baca berita terkait Nahdlatul Ulama. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -