Isu Fandi Utomo Cawali, Pekerjaan Berat PKB di Surabaya

PKB HARUS KERJA KERAS: Airlangga Pribadi, PKB harus bekerja keras di Surabaya untuk mengusung Fandi Utomo di Pilwali 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
PKB HARUS KERJA KERAS: Airlangga Pribadi, PKB harus bekerja keras di Surabaya untuk mengusung Fandi Utomo di Pilwali 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tantangan Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parwansa agar Fandi Utomo (FU) nyalon wali kota (Cawali) di Pilwali Surabaya 2020 patut dipertimbangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selain FU saat ini menjadi bagian dari ‘Green Party’, isu ini jika dikelola dengan baik bisa mendongkrak perolehan suara PKB pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

“Tentunya PKB akan lebih mudah mengusung Fandi Utomo karena dia sudah mengetahui medan pertarungan (pernah maju di Pilwali Surabaya 2010),” kata Airlangga Pribadi Kusman, pengamat politik asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

• Baca: Khofifah Tantang Fandi Utomo Nyalon Wali Kota Surabaya

Namun, tandas Angga — sapaannya — PKB punya pekerjaan berat pada Pileg 2019, khususnya di Surabaya. Karena itu, PKB harus mengonsolidasikan kekuatan-kekuatan Nahdlatul Ulama (NU).

“Mengingat tidak semua kekuatan yang ada satu jalur politik dengan PKB. Contohnya di Pilgub Jatim kemarin, PKB kalah di Surabaya,” katanya.

Hal itu menunjukkan basis politik dari kalangan NU tidak utuh, karena ada sebagian besar yang tidak ke PKB. “Yang harus diperhatikan adalah kalangan Muslimat NU karena memiliki basis dukungan kongkret,” ucapnya.

• Baca: Nyaleg Lewat PKB, Fandi Utomo Minta Dukungan Muslimat NU

Selain itu, di Pileg 2019, PKB harus berjuang keras untuk menambah jumlah kursi di DPRD Surabaya yang saat ini hanya memiliki 5 kursi.

“Jika syarat untuk bisa mengusung calon adalah 20 persen di kursi DPRD, maka PKB masih kurang 5 kursi lagi,” jelas CEO The Initiative Institute tersebut.