Senin, 15 Agustus 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Inovasi, Kreativitas dan Kegotongroyongan, Antarkan Pemkot Surabaya Terima Sederet Penghargaan

Berita Terkait

SINERGI BERBUAH PENGHARGAAN: Eri Cahyadi, membangun Surabaya tak bisa dilakukan Pemkot sendirian. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SINERGI BERBUAH PENGHARGAAN: Eri Cahyadi, membangun Surabaya tak bisa dilakukan Pemkot sendirian. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Seorang pemimpin harus mampu berpikir secara inovatif, kreatif, dan solutif dalam menyelesaikan setiap masalah. Begitu bunyi kutipan yang selalu ditekanan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam beberapa kesempatan kepada seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Penekanan yang disampaikan Eri Cahyadi dalam membangun Surabaya, ternyata mendorong camat, lurah hingga Kepala Perangkat Daerah (PD) berlomba-lomba berinovasi untuk memberikan kemudahan dan kedekatan pelayanan publik kepada masyarakat.

Satu di antara hasil yang bisa dirasakan masyarakat sekarang adalah tak perlu jauh-jauh mereka datang ke kantor dinas untuk urus administrasi kependudukan.

Bahkan sekarang, masyarakat bisa langsung bertemu dengan camat dan lurah di masing-masing kantornya setiap Jumat. “Tujuan utama kita memudahkan pelayanan ke masyarakat,” kata Eri Cahyadi.

Selain kemudahan pelayanan publik, penguatan ekonomi kerakyatan juga menjadi fokus utama Eri Cahyadi. Melalui program padat karya, Pemkot memanfaatkan lahan-lahan aset yang dimilikinya untuk digunakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dari mulai lahan kosong, Bekas Tanah Kas Desa (BTKD), tambak, hingga Taman Hutan Raya (Tahura), dikelola MBR dengan bermacam-macam klasifikasi bidang usaha. Ada pertanian, perikanan, budidaya maggot, cuci motor, laundry dan bahkan potong rambut hingga kafe.

“Tujuan akhir program padat karya adalah mengentas kemiskinan di Kota Surabaya,” jelas Eri Cahyadi.

Upaya mengentas kemiskinan di Surabaya juga dilakukannya melalui program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Langkah itu didukung dengan teknologi pemasaran digital melalui aplikasi e-Peken yang dibuat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya.

Melalui aplikasi e-Peken, Pemkot menghimpun dan memasarkan toko kelontong dan produk UMKM Surabaya. “Kami terus gerakkan UMKM Surabaya supaya mandiri, dan upaya padat karya ini untuk meningkatkan taraf hidup warga Surabaya,” ujar Eri Cahyadi.

Tak ketinggalan, dunia pendidikan juga menjadi perhatian serius Eri Cahyadi. Meski sekarang SMA/SMK sederajat bukan lagi menjadi kewenangan Pemkot, pihaknya tetap aktif memberikan intervensi kepada para pelajar Surabaya.

Bentuk intervensi itu diwujudkan dengan menembus ijazah 729 SMA/SMK sederajat bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya. “Karena bagaimanapun ijazah ini sangat penting untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi ataupun untuk bekerja,” katanya.

Ide pemikiran yang dicetuskan Eri Cahyadi, rupanya memantik perhatian dan apresiasi banyak pihak. Apresiasi ini pun lantas dimanifestasikan melalui sederet penghargaan nasional yang diberikan kepada Pemkot Surabaya maupun Eri Cahyadi.

Di antaranya adalah penghargaan dari Baznas Award 2022. Penghargaan ini diberikan kepada Eri Cahyadi karena dinilai sebagai salah satu kepala daerah yang peduli mendukung Gerakan Zakat Indonesia.

“Saya yakin, zakat Kota Surabaya bisa dimanfaatkan oleh kepentingan umat di Kota Surabaya,” ujar Cak Eri — panggilan lekat Wali Kota Surabaya.

Bahkan setelah Baznas Award 2022, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) juga memberikan penghargaan kepada orang nomor satu di lingkup Pemkot tersebut. Penghargaan dari MURI diberikan atas rekornya sebagai pemrakarsa dan penyelenggara lomba inovasi daerah peserta terbanyak se Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Senior Manager MURI Jusuf Ngadri kepada Eri Cahyadi saat Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-729 pada Selasa (31/5/2022).

Skema Gotong Royong

BANYAK DIBERITAKAN: Eri Cahyadi menerima penghargaan dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) Indonesia. | Foto: Barometerjatim.com/IST
BANYAK DIBERITAKAN: Eri Cahyadi menerima penghargaan dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) Indonesia. | Foto: Barometerjatim.com/IST

Tak berhenti di sana, keberhasilan dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 di Kota Pahlawan melalui skema gotong-royong dan kolaborasi, juga mendapat respons baik dari Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi).

Respons baik itu diwujudkan oleh Persakmi melalui penghargaan yang diberikan kepada Eri Cahyadi. Menurutnya, keberhasilan dalam penanganan Covid-19 tak lepas pula dari peran serta TNI-Polri serta seluruh stakeholder dan elemen masyarakat yang ada di Kota Pahlawan.

“Membangun kota itu perlu gotong-royong dan hal ini kami awali dari Covid-19,” katanya. Kemudian, sinergi aktif dengan kepolisian di Surabaya yang dilakukan Eri Cahyadi bersama jajarannya juga mendapat respons positif dari Kapolda Jawa Timur.

Dua penghargaan sekaligus dari Kapolrestabes Surabaya dan “Tan Hana Dharma Mangrva” dari Kapolda Jawa Timur diterimanya saat peringatan Hari Bhayangkara pada Selasa (5/7/2022).

“Ini merupakan kebanggan tersendiri bagi saya pribadi dan seluruh jajaran Pemkot Surabaya. Penghargaan ini menunjukkan bahwa kita bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan semua instansi dan elemen yang ada,” ujar Eri Cahyadi.

Meski demikian, Eri Cahyadi juga mengapresiasi jajaran kepolisian khususnya Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Selama ini, jajaran kepolisian dan TNI selalu bersinergi aktif dengan Pemkot dalam penanganan dan pengendalian Covid-19. Juga dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Pahlawan.

“Saya mewakili seluruh warga Kota Surabaya beserta jajaran Pemkot Surabaya mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Pak Kapolda Jawa Timur dan Kapolrestabes Kota Surabaya,” tutur Eri Cahyadi.

Sinergi yang Hebat

Sebagai pemimpin yang dikenal inovatif, hal itu membuat Eri Cahyadi menjadi sorotan media. Baik media sosial maupun arus utama ramai memuat informasi pemberitaan terkait orang nomor satu di lingkup Pemkot Surabaya ini.

Apalagi, ketika ada kebijakan dan inovasi baru yang digagas Eri Cahyadi, tentu saja media arus utama akan berbondong-bondong untuk memberitakannya.

Banyaknya pemberitaan pada media arus utama lantas mengantarkan Eri Cahyadi menerima penghargaan dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) Indonesia.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu mendapatkan penghargaan dari SPS Indonesia sebagai salah satu pemimpin terpopuler dalam media arus utama.

Penghargaan ini diserahterimakan dalam acara puncak ulang tahun SPS ke-76 di Pekanbaru, Riau pada Rabu (6/7/2022) malam. Dalam acara puncak peringatan SPS ke-76 itu juga dihadiri sejumlah tokoh pers nasional.

“Dari penghargaan itulah menjadi semangat kami, bagaimana Pemkot terus bisa bersinergi dengan semua stakeholder yang ada,” terangnya.

Selama ini, Cak Eri selalu menegaskan, bahwa membangun sebuah kota tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkot Surabaya. Tapi dibutuhkan sinergi dan gotong-royong dari semua stakeholder dan berbagai elemen masyarakat yang ada di Kota Pahlawan.

“Jadi membangun kota tidak bisa sendiri, tapi sinergi dengan semua stakeholder yang ada, insyaallah akan membawa kebahagiaan bagi warga Kota Surabaya,” tuturnya.

Keberhasilan dalam membangun kota itu dikatakan Eri Cahyadi apabila semua rakyat di Surabaya mau mencintai kotanya dari hati. Tentu saja untuk mewujudkan semua itu harus dilakukan dengan gotong-royong dan kolaborasi bersama.

“Dengan warga dan sinergi yang hebat, saya selalu mengatakan bukan wali kota yang hebat, tapi orang-orang yang cinta dengan Surabaya,” tuturnya.

Cak Eri kembali menegaskan, bahwa menjadi seorang pemimpin itu harus mampu berpikir solutif, inovatif, dan kreatif dalam menyelesaikan setiap masalah.

Baginya, pemimpin yang berhasil bukanlah yang mampu menunjukkan siapa dirinya. Melainkan adalah bagaimana pemimpin itu dapat berkolaborasi dengan seluruh elemen serta mampu menggerakkan semuanya.

“Sebagai seorang pemimpin jangan pernah menyerah pada keadaan. Tapi bagaimana kita (pemimpin) harus mampu mencari solusi, berpikir inovatif, kreatif, serta memiliki integritas tentunya,” tandasnya. adv

SARAT PRESTASI: Daftar penghargaan yang diterima Pemkot Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi. | Foto: Barometerjatim.com/IST
SARAT PRESTASI: Daftar penghargaan yang diterima Pemkot Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi. | Foto: Barometerjatim.com/IST

» Baca berita terkait Pemkot Surabaya. Baca juga tulisan terukur lainnya Moch Andriansyah.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -