Kamis, 26 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Gerindra Jatim: Tifatul Sembiring Tendensius, Justru 74 Juta Rakyat Ingin Prabowo Presiden!

Berita Terkait

MOMEN LEBARAN: Ketum Gerindra Prabowo silaturahmi ke Pengasuh Ponpes Al Qodiri Jember, KH Achmad Muzakki Syah. | Foto: IST
MOMEN LEBARAN: Ketum Gerindra Prabowo silaturahmi ke Pengasuh Ponpes Al Qodiri Jember, KH Achmad Muzakki Syah. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad mereaksi keras cuitan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring yang menyebut Ketum Gerindra, Prabowo Subianto telah membunuh sendiri masa keemasannya.

“Statemen Pak Tifatul saya nilai tendensius dan ahistoris, serta menunjukkan kegagapannya dalam berbangsa dan bernegara Indonesia,” ujar Sadad, Sabtu (7/5/2022).

Sehari sebelumnya, Tifatul memposting link berita di akun Twitternya @tifsembiring terkait statemen pengamat yang mengomentari silaturahmi Prabowo ke mantan rival bebuyutannya di Pilpres 2019, Ketum PDIP Megawati Seokarnoputri sesaat setelah menyambangi Presiden Joko Widodo dalam momen Idul Fitri.

Pengamat menyebut, momen tersebut sangat penting selain bermaaf-maafan dan Prabowo memang harus menggandeng Jokowi dan Megawati demi kemenangan Pilpres 2024.

Link berita tersebut kemudian dikomentari Tifatul, “You have killed your golden time. Sebenarnya peluang emas PS itu saat pilpres 2019 lalu, dukungan ummat sangat besar. Namun amanah itu serasa ‘dipermainkan’. Kita lihat sikap ummat kpd anda di thn 2024 nanti.”

Menurut Sadad, pernyataan Tifatul hanya manuver politik yang tak bisa dibuktikan secara ilmiah karena bertentangan dengan hasil survei yang justru menyebutkan Prabowo diharapkan sebagian rakyat Indonesia untuk menjadi Presiden RI di 2024.

Setidaknya, kata Sadad, hal itu tergambar dari hasil survei Litbang Kompas beberapa waktu lalu. Artinya ada 74 juta rakyat yang ingin dipimpin oleh Prabowo. “Itu jumlah yang tidak sedikit lho,” kata politikus keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad itu.

Terkait kunjungan Prabowo dengan Megawati dan tokoh lainnya, menurut Sadad, membangun silaturahmi dengan semua elemen sangat penting untuk menjaga persatuan NKRI dan memecahkan permasalahan bangsa.

Dengan bersilaturahmi ke tokoh-tokoh nasionalis maupun agama, tandas Sadad, hal itu malah menunjukkan kalau Prabowo seorang nasionalis sejati.

“Apa yang dilakukan Pak Prabowo dengan bersilaturahim kepada tokoh nasionalis dan tokoh agama di hari-hari pertama Lebaran, tandanya mengerti bahwa sejatinya itulah Indonesia,” kata Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Sadad juga mengingatkan Tifatul, bahwa Indonesia dibangun atas dasar keberagaman, kemajemukan, dan menjunjung rasa toleransi yang tinggi.

Selain itu, dukungan politik PKS terhadap Prabowo di Pilpres 2019 juga membuahkan hasil positif, berupa keuntungan elektoral.

“Pak Tifatul juga naif karena menganggap urusan presidency itu urusan pribadi Prabowo. Dia mengabaikan fakta, bahwa ada 26,5 persen rakyat Indonesia yang menginginkan Prabowo menjadi presiden,” jelasnya.

» Baca berita terkait Pilpres 2024. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -