Gelar Rakernas Perdana di Bali, Perwira Kian Fokus Ekspor

RAKERNAS PERWIRA: Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia menggelar Rakernas perdana di Depasar, Bali, 16-17 April 2018. | Foto: Barometerjatim.com/WINNIE
RAKERNAS PERWIRA: Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia menggelar Rakernas perdana di Depasar, Bali, 16-17 April 2018. | Foto: Barometerjatim.com/WINNIE

DENPASAR, Barometerjatim.com – 500 wirausaha perempuan berkumpul di Hotel Harris Sunset Road Denpasar, Bali. Selama dua hari, 16-17 April, mereka mengikuti Rakernas Perwira I (Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia).

Ketua DPP Perwira Indonesia, Elza Syarief menuturkan, Rakernas ini semakin menunjukkan kemandirian Perwira. Kendati baru dua tahun berdiri, Perwira sudah berhasil menembus pasar internasional. Termasuk pasar di Tokyo, Jepang, yang selama ini dikenal fanatik dan selektif.

“Jika Jepang yang notabene pangsa pasar sulit itu bisa kita tembus, maka pangsa pasar yang lain akan lebih mudah. Selain Jepang kita juga sudah masuk ke Belanda, Malaysia, Dubai, Azerbaijan serta Moskow,” terang Elza di sela Rakernas, Senin (16/4).

• Baca: Gairahkan Produk, BPWS Latih IKM Pengemasan Modern

Elza menambahkan, dengan Perwira lebih fokus ke ekspor barang, maka hal itu akan memberikan pemasukan lebih, baik untuk keluarga, daerah maupun negara. Sebaliknya, jika Perwira berorientasi pada pangsa pasar lokal dan terus melaksanakan pameran, hal itu dinilainya tidak akan efisien.

“Untuk ekspor ke luar negeri saja, anggota kita sudah mampu membiayainya sendiri-sendiri. Karena kita beda dengan organisasi perempuan yang lainnya, kita bukan baksos dan kita di sini profesional berdagang,” paparnya.

Sementara Direktur Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop Usaha Kecil dan Menengah, Braman Satyo menyatakan, Perwira berpotensi membangun cikal bakal kewirausahaan perempuan Indonesia. Sebab,  menurut penelitian ratio enterpreneur perempuan saat ini baru 3,1 persen dari jumlah penduduk.

• Baca: 54,98 Persen PDRB Jatim 2017 Berasal dari Sektor UMKM

“Jadi pemerintah akan terus mendorong peningkatannya, bekerjasama dengan perguruan tinggi dan komunitas seperti ini sehingga menjadi 5 persen, walau masih tertinggal dari Malaysia di angka 7 persen,” katanya.

Sedangkan Ketua DPD Perwira Bali, Anak Agung Putri Puspawati mengaku senang Bali dipilih sebagai tempat Kongres Perwira yang pertama. Kepercayaan tersebut tidak akan disia-siakan sekaligus menjadi memotivasi bagi seluruh anggotanya di Bali, serta mempererat jejaring yang lebih luas dengan anggota Perwira dari luar Bali.

“Perwira Bali sebenarnya sudah menjadi pelaku ekspor, namun ini perlu digenjot dan ditingkatkan. Pada 2018 ini kita ingin lebih besar ekspor, bukan lagi di market lokal. Sehingga ini bisa menjadi nilai tambah devisa bagi negara dan bagi Bali,” tandasnya.winnie